Ilustrasi vaksin corona. (iStockphoto/Vladans)
Israel kemungkinan besar akan menjadi negara pertama di dunia yang akan memberikan vaksin COVID-19 dosis keempat. Vaksin itu bakal disuntikan ke warga rentan.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Pemerintah Israel pada Selasa (21/12). Keputusan ini diambil sebagai respons dari penyebaran varian Omicron di negaranya.

Vaksinasi dosis keempat rencananya akan diberikan kepada lansia di atas 60 tahun dan para tenaga kesehatan. Penyuntikan disarankan dilakukan empat bulan setelah vaksinasi dosis ketiga, demikian dikutip dari Reuters.

Rekomendasi oleh Majelis Ahli Kementerian Kesehatan Israel ini disambut baik oleh Perdana Menteri Naftali Bennett.

“Ini adalah kabar yang sangat baik, yang akan membantu kita menanggulangi gelombang varian Omicron yang saat ini menyebar di seluruh dunia,” ujar Bennett dalam keterangannya.

Dilansir Times of Israel, rekomendasi dosis keempat ini masih menunggu persetujuan resmi dari Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan, Nachman Ash. Tetapi, Bennett meminta rakyat Israel untuk segera mendapatkan suntikan dosis tambahan tersebut.

“Pesan dari saya adalah – jangan membuang-buang waktu, cepat vaksin,” kata Bennett.

Dikutip dari BBC, baru 63% dari populasi 9,3 juta Israel yang sudah menerima vaksinasi dosis kedua. Sedangkan yang sudah menerima dosis ketiga baru 45%.

Hal ini disebabkan oleh demografi Israel yang sebagian besar adalah penduduk usia muda. Sekitar 1/3 dari total populasi berusia di bawah 14 tahun.

Rencana pemberian dosis keempat ini menyusul kematian seorang warga Israel yang merupakan pasien varian Omicron. Rumah Sakit Soroka Medical Center di Kota Beersheba mengkonfirmasi kematian pasien itu pada Selasa (21/12).

Pihak RS mengatakan, pria berusia 60 tahunan tersebut mengidap sejumlah penyakit penyerta. Ia meninggal dunia dua pekan setelah menjalani perawatan.

“Kematian pasien itu utamanya disebabkan oleh penyakit yang sudah diderita sebelumnya, dan bukan karena infeksi pernapasan yang disebabkan oleh virus corona,” ujar Soroka Medical Center dalam keterangannya.

Per Selasa, Kemenkes Israel telah mencatat setidaknya 340 kasus varian Omicron di negaranya.

Akibat penyebaran varian ini, Israel memberlakukan larangan penerbangan terhadap banyak negara, antara lain Amerika Serikat, Italia, Jerman, Kanada, dan Turki.

Selain itu, Kantor PM Bennett sudah menyetujui proposal pembatasan kapasitas kantor, yakni menjadi 50% bagi karyawan di sektor publik.

Total kasus COVID-19 Israel mencapai 1.357.974 infeksi dan 8.232 kematian, menurut data dari Worldometers.info. Saat ini, terdapat 8.322 kasus aktif dengan 82 orang mengalami gejala serius atau dalam kondisi kritis.

Editor: ARON
Sumber: kumparan