Sebuah penelitian menemukan rempah-rempah memiliki khasiat menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. (iStockphoto/Rowan Jordan)

Rempah-rempah dikenal sebagai bumbu pelengkap dalam masakan. Namun di balik itu, sebuah penelitian menemukan rempah-rempah juga memiliki khasiat kesehatan yakni membantu mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Hipertensi yang tidak diobati meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung, stroke, gagal jantung, penyakit ginjal, kehilangan penglihatan, dan kerusakan pembuluh darah.

Masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi umumnya dapat diatasi dengan mengurangi asupan garam.

Namun, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa bumbu dan rempah-rempah dapat mengurangi lipemia – kelebihan lipid dalam darah – hiperglikemia, dan stres oksidatif.

Sebagaimana dilansir Medical News Today, para peneliti di Pennsylvania State University melakukan uji coba terkontrol secara acak dengan menyelidiki efek konsumsi herbal dan rempah-rempah jangka panjang pada faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Mereka menemukan tingkat yang lebih tinggi dari bumbu dan rempah-rempah dalam makanan mengurangi pembacaan tekanan darah 24 jam.

Temuan ini diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition Trusted Source. Salah satu penulis utama studi tersebut, Penny Kris-Etherton mengatakan, efek penurunan tekanan darah dari herbal dan rempah-rempah dalam makanan cukup mengejutkan.

“Efek herbal dan rempah-rempah untuk menurunkan tekanan darah masih baru,” kata dia.

Penelitian ini melibatkan 71 peserta dengan usia rata-rata berkisar 30 hingga 75 tahun. Semua peserta memiliki satu atau lebih faktor risiko penyakit kardiovaskular dan memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.

Simon Steenson, seorang ilmuwan nutrisi di British Nutrition Foundation, mengatakan studi ini menunjukkan bahwa mungkin ada manfaat potensial dalam hal pengurangan tekanan darah dengan memasukkan lebih banyak herbal dan rempah-rempah ke dalam makanan.

“Sementara makanan atau bahan tertentu mungkin hanya memiliki sedikit manfaat, kami perlu mendorong pergeseran ke pola makan yang lebih sehat secara menyeluruh,” kata dia.

Editor: ARON

Sumber: cnnindonesia