Ilustrasi diet alkali. Foto: Getty Images/iStockphoto/KucherAV

Diet alkali sempat populer beberapa tahun lalu karena diklaim bisa bantu menurunkan berat badan dengan cepat sekaligus menjaga kesehatan tubuh. Konsepnya adalah memperbanyak konsumsi makanan basa (alkali) dan mengurangi yang bersifat asam.
Sejumlah pakar kesehatan menilai diet ini cukup efektif untuk menjaga kesehatan. Namun ada pula kontroversi yang menyertai munculnya pola makan ini.

Filosofi Diet Alkali
Kebanyakan makanan yang orang biasa konsumsi sifatnya terlalu acidic (tinggi asam), menyebabkan sisa dari makanan acidic yang tidak tercerna menumpuk di dalam tubuh dan merusak organ-organ dalam, yang memicu timbulnya berbagai penyakit kronis. Untuk itulah diperlukan makanan yang bersifat basa (alkali) untuk mencegah penumpukan acidic.

Seperti dikutip dari ABC Australia, manusia dianjurkan mengonsumsi makanan alkali sekitar 70 persen dan hanya 30 persen makanan acidic. Dengan begitu pH dalam tubuh jadi seimbang dan tercapai kesehatan yang optimal, serta mengurangi risiko munculnya penyakit serius seperti serangan jantung, liver, diabetes atau kanker.

Aturan Menjalani Diet Alkali
Pola makan ala vegetarian bisa dibilang yang paling mendekati diet alkali. Memperbanyak makan sayur dan buah segar (hanya jenis tertentu) dan polong-polongan, biji-bijian serta kacang-kacangan. Untuk mencapai keseimbangan 70/30 persen tadi, harus membatasi konsumsi makanan acidic.

Makanan dengan tingkat keasaman tinggi antara lain daging merah, ikan, ayam, telur, produk susu olahan, roti putih, jamur, madu, minuman beralkohol, minuman ringan, teh, kopi serta makanan yang mengandung pengawet juga perasa buatan. Beberapa versi diet alkali bahkan menyarankan air putih harus diionisasi (air diproses dengan teknik penyaringan khusus, sehingga terbentuk ion) terlebih dahulu sebelum diminum.

Menu Diet Alkali
Beberapa contoh menu untuk diet alkali, terdiri dari omelete telur berisi sayuran dan teh jahe untuk sarapan. Buah pir dianjurkan sebagai camilan. Saat makan siang menu yang disarankan adalah sup kacang polong, brokoli kukus, wortel dan bawang bombay. Sedangkan makan malam terdiri dari 100 gram ikan atau ayam, satu ubi dan garden salad.

Menurut para ahli, diet ini terbilang sehat karena memfokuskan pada konsumsi sayuan segar yang kaya serat, vitamin serta mineral. Diet alkali juga menganjurkan untuk mengurangi bahkan sama sekali tidak mengonsumsi makanan olahan. Namun mengenai klaim bisa meningkatkan kesehatan jantung, menguatkan daya ingat dan kemampuan kognitif, penelitian yang membuktikannya masih sangat kurang.

Kontroversi Diet Alkali
Banyak makan sayur dan buah memang sangat dianjurkan. Tapi sebaiknya diimbangi juga dengan asupan nutrisi yang seimbang. Karena diet alkali cenderung sangat mengurangi konsumsi makanan seperti daging, ayam serta hanya membolehkan buah serta sayur tertentu, pola makan ini juga berisiko membuat seseorang kurang mengasup nutrisi penting sehingga dietnya tidak seimbang.

Pakar gizi Emilia E. Achmadi, MS. RD pun mengamini hal ini. Dia menyebut lebih setuju jika diet dilakukan dengan memberi asupan nutrisi yang seimbang pada tubuh.

“Kalau orang tanya ke saya kuncinya hidup sehat, saya cuma jawab balance dan moderasi. Balance ya kita memasukkan semua komponen makanan. Ada produk hewan, susu, telur, daging, ikan. Nabati: tempe, tahu, buah, kemudian ada karbohidrat, roti, kentang, jagung, pasta, mie. Lalu ada komponen cairan, air yang harus dikonsumsi. Ini yang disebut balance, tapi dengan moderasi. Jangan pilih-pilih misalnya kita makan daging banyak karena kita suka daging sementara sayurnya hanya sedikit,” ujarnya.

Editor : ARON
Sumber : detikwolipop