Ketahui strategi untuk mengontrol asupan gula pada anak. (iStock/simon2579)

Tanpa sadar orang tua kerap memberikan asupan tinggi gula buat anak. Mulai dari susu hingga camilan seperti permen yang mengandung gula yang tinggi. Padahal, kelebihan asupan gula berbahaya buat anak.

Dokter spesialis gizi klinik, Putri Sakti menjelaskan gula memang diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi. Namun, saat jumlahnya berlebihan, gula dipecah jadi fruktosa dan kemudian menjadi lemak. Lemak yang menumpuk bisa menyebabkan obesitas dan merembet pada penyakit kardiovaskular maupun penyakit metabolik.

“Kelebihan gula juga membuat anak kekurangan gizi. Kenapa? Anak-anak yang suka manis jadi ogah makan makanan lain. Kemudian kerusakan enamel gigi sehingga mudah keropos,” kata Putri dalam peluncuran Milo Less Sugar, beberapa waktu lalu.

Kemudian, bagaimana strategi untuk mengontrol asupan gula pada anak?

Berikut trik kontrol asupan gula anak untuk mencegah obesitas:

1. Bijak mengatur konsumsi gula

 

ilustrasi gulaTrik kontrol asupan gula pada anak adalah dengan membatasi asupan gula. (Foto: iStockphoto/HandmadePictures)

 

Putri menekankan untuk mengatur asupan gula sebab saat anak terbiasa mengonsumsi makanan manis atau dengan pemanis tambahan, akan memicu kecanduan. Mengatur di sini berarti membatasi asupan, dan juga bukan mengeliminasinya secara total dari diet harian.

“Mulai bijak mengatur asupan gula, mulai dengan mengatur jadwal makan (besar), kemudian snack. Pilih yang rendah gula atau mengand

Cara kontrol asupan gula pada anak adalah dengan mengecek label kemasan sebelum minum. (ANTARA/Rivan Awal Lingga)

ung gula alami,” kata Putri.

Makan besar sebanyak 3 kali dan makanan selingan atau camilan sebanyak 2 kali di sela sarapan dan makan siang serta di sela makan siang dan makan malam. Sebaiknya jumlah camilan dikontrol agar tidak berlebihan dan mengganggu makan besar.

2. Kurangi perlahan

Jika anak sudah terlanjur mengonsumsi pangan tinggi gula, Putri menyarankan untuk mengurangi kandungan gulanya secara perlahan. Anak terbiasa minum susu ditambah satu sendok makan gula pasir, misal, mulai berikan susu dengan tambahan setengah sendok lalu makin lama dikurangi takarannya.

 

3. Cek label kemasan

Asupan gula pada orang dewasa berbeda dengan anak-anak. Kementerian Kesehatan mengimbau asupan gula maksimal 50 gram per hari per orang dewasa. Sedangkan anak-anak maksimal 20 gram per hari per anak.

Corporate Nutritionist Nestle Indonesia, Eka Herdiana menyebut sangat penting mencermati label kemasan terutama di bagian tabel informasi nilai gizi. Di sini terdapat informasi kandungan gula pada produk pangan. Dia mengingatkan tidak semua jenis gula tertulis ‘gula’ atau ‘sugar’ pada keterangannya.

“Ada namanya gula total, itu berarti semua kandungan jenis gula. Sukrosa itu kandungan gula pasir, sedangkan laktosa, itu gula alami pada susu. Ini umum pada produk susu. Pada malt atau serealia juga ada gula lami yang disebut maltosa,” kata Eka dalam kesempatan serupa.

Senada dengan Eka, Putri menambahkan pembatasan gula ini menekankan pada gula tambahan atau gula pasir, bukan gula alami pada pangan.

4. Cermat memilih camilan

Anak sangat suka ngemil atau mengonsumsi makanan ringan. Camilan biasanya dinikmati sembari bermain gadget atau dalam kesempatan santai. Pilih camilan dengan bijak yang rendah kandungan gula tambahan. Anda bisa mulai mengedukasi anak dengan camilan sehat dengan rasa manis alami semisal, buah-buahan atau camilan lain dengan pemanis madu.

5. Tetap ajak anak bergerak

Artis Zee Zee Shahab bersama suami sepakat untuk mengedukasi anak tentang pentingnya hidup seimbang. Anak boleh saja mengonsumsi makanan manis tetapi diimbangi dengan aktivitas fisik.

Zee Zee bercerita, di rumah ia dan suami menerapkan challenge atau tantangan buat anak agar mereka tidak terlalu lama bermain gadget. Tiap minggu, anak diminta memilih aktivitas fisik yang mereka suka untuk dilakukan paling tidak 3 kali dalam seminggu.

“Kalau sudah, dikasih reward, misal, minum susu biasanya hanya 2 kali sehari, ini lalu ditambah jadi 3 kali sehari. Walau sudah atur nutrisi, tetap harus dikombinasi olahraga,” katanya.

Menurutnya, apa yang dikonsumsi orang tua juga dikonsumsi anak. Saat orang tua mengonsumsi gizi seimbang, bijak dalam asupan gula, anak pun akan terbiasa. “Kalau mau anak enggak mau makan terlalu banyak gula, orang tua yang kasih pilihan,” imbuhnya.

Itulah trik kontrol asupan gula anak untuk cegah obesitas.

Editor: ARON

Sumber: cnnindonesia