Pseudogoat adalah radang sendi yang sering terjadi di lutut. Kenali gejala pseudogoat dan perbedaannya dengan goat atau asam urat.(Foto: iStockphoto/SasinParaksa)

Pseudogoat adalah radang sendi yang sering terjadi di lutut. Kenali gejala pseudogoat dan perbedaannya dengan radang sendi lain seperti goat atau asam urat.

Pseudogoat ditandai dengan munculnya pembengkakan tiba-tiba yang menyakitkan pada satu atau lebih sendi. Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa hari atau berminggu-minggu.

Pseudogoat disebut juga dengan deposisi kalsium pirosfofat (CPPD). Dikutip dari Veritas Health, hal ini terjadi ketika kristal kalsium pirofosfat mikroskopis menumpuk di sendi dan memicu respons sistem kekebalan.

Inilah perbedaan utama pseudogoat dan asam urat yakni jenis kristal yang menumpuk dan menyebabkan gejala.

Pseudogout disebabkan oleh kristal kalsium pirofosfat dihidrat atau kristal CPP. Sedangkan, asam urat disebabkan oleh kristal monosodium urat, sering disebut sebagai kristal asam urat.

Kristal pada asam urat dikaitkan dengan konsumsi alkohol, pola makan, kelebihan berat badan, dan obat-obatan tertentu. Sedangkan pada pseudogoat, hingga saat ini belum diketahui secara pasti mengapa kristal tersebut terbentuk. Namun, sejumlah faktor risiko dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami pseudogoat.

Pseudogout dapat terjadi pada setiap sendi, paling sering di lutut. Pseudogoat juga bisa terjadi di pergelangan tangan, jari, pinggul, bahu, dan tulang belakang. Namun, berbeda dengan asam urat, pseudogoat jarang mempengaruhi jempol kaki.

Berikut gejala pseudogoat:

1. Rasa sakit di sendi
Gejala pseudogout yang paling menonjol adalah nyeri pada sendi yang terkena. Jika lebih dari satu sendi, ada kemungkinan rasa sakit menjadi lebih parah di satu sendi dan sedang atau ringan di sendi lainnya.

2. Perubahan pada kulit
Saat sendi meradang, kulit di atas sendi bisa tampak merah atau ungu dan terasa hangat saat disentuh. Kulit juga bisa meregang karena bengkak.

3. Kekakuan
Pembengkakan dan nyeri yang signifikan dapat menyulitkan untuk menekuk dan melenturkan sendi. Selain terasa kaku, rentang gerak sendi bisa berkurang.

4. Muncul tiba-tiba
Pseudogout dapat berkembang tiba-tiba dan tanpa tanda awal. Perlu sekitar 6 hingga 12 jam hingga nyeri dan pembengkakan mencapai puncak keparahannya.

5. Demam dan gejala mirip flu
Pseudogout dapat menyebabkan demam, kedinginan, dan perasaan tidak enak badan. Gejala peradangan ini dapat dipicu sebagai bagian dari reaksi sistem kekebalan terhadap kristal kalsium pirofosfat.

Editor : ARON
Sumber : cnnindonesia