China Beri Peringatan pada Pelajar yang Studi ke Amerika. Foto: iStockphoto/Klubovy/

Kementerian Pendidikan China (MoE) mengeluarkan peringatan pada pelajarnya yang melanjutkan atau baru akan studi ke Amerika. Pemerintah China mewajibkan pelajar selalu hati-hati dan menjalin komunikasi.

Dikutip dari Global Times, peringatan dikeluarkan lewat akun media sosial MoE di WeChat. Menurut China, Amerika melakukan treatmet khusus pada siswa yang mendalami bidang ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika.

Amerika dikatakan memperkuat review visa pada pelajar dan tak ragu menolak kedatangan mereka. Bahkan saat visa masih berlaku dan para pelajar memiliki latar belakang yang bersih.

MOE juga menjelaskan, peringatan ini terkait dengan keamanan pelajarnya. Sebab, sejak Agustus dilaporkan banyak pelajar asal China tidak diizinkan masuk oleh Penjaga Perbatasan dan Bea Cukai AS, bahkan sebagian dideportasi.

“Sejumlah pelajar yang sudah memiliki visa sah dari pemerintah AS diawasi saat memasuki negara itu (AS),” tulis MOE.

Menurut MOE, pihak perbatasan AS melecehkan dan menginterogasi sejumlah pelajar China dengan visa yang valid ketika memasuki negara itu. Beberapa ditolak masuk dan dipulangkan dengan tuduhan palsu.

Sehari setelah peringatan dikeluarkan MoE, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin melaporkan banyaknya kasus yang terjadi pada para pelajar. Termasuk kekerasan yang dialami para pelajar China di Amerika

“Insiden seperti itu sering dilaporkan selama beberapa bulan terakhir, dengan hampir 30 insiden dilaporkan sejak Agustus, banyak diantaranya melibatkan kekerasan,” ujar Wang

Pelajar kerap diberi pertanyaan apakah orang tua mereka adalah anggota Partai Komunis China. Mereka juga ditanya apakah melaksanakan tugas yang ditetapkan pemerintah negara asal.

Menurut Wang Wenbin, beberapa kasus deportasi pelajar China bahkan memiliki alasan yang membingungkan. Misalnya dicurigai memiliki latar belakang militer karena menyimpan foto pelatihan militer di ponsel mereka di perguruan tinggi.

“Interogasi ini jauh melebihi apa yang diklaim AS sebagai ruang lingkup penegakan hukum yang normal,” ungkap Wang Wenbin yang juga mendesak AS untuk menghentikan praktik yang dapat merugikan orang lain dan negaranya sendiri.

Sementara itu, dilaporkan minat pelajar China studi ke AS menurun. Banyak pelajar China yang membatalkan rencana studi ke AS. Misal pada bulan Juli 2021, lebih dari 1.000 pelajar China batal pergi.

Hal ini dikarenakan adanya pembatasan ketat untuk pelajar yang memilih bidang teknologi. Pembatasan ini juga diperluas untuk pelajar yang mengambil studi literatur dan bisnis.

Editor : ARON
Sumber :detikedu