Overthinking adalah pikiran yang berlebihan terhadap sesuatu dan bisa memicu stres. Berikut cara mengatasi overthinking menurut psikolog.(Foto: Istockphoto/Pornpak Khunatorn)

Anda mungkin pernah merasa kepala dipenuhi pikiran negatif, pertanyaan, dan ketakutan mengenai sesuatu. Umumnya pikiran-pikiran berkaitan dengan sesuatu yang belum terjadi. Tak jarang pikiran-pikiran ini bisa menyebabkan stres.

Pikiran yang berlebihan ini dikenal juga dengan overthinking. Psikolog Jovita Ferliana mengatakan pikiran-pikiran bisa muncul pada terjadi pada setiap orang. Overthinking yang tidak diatasi dengan baik dapat berujung buruk. Namun, sebaliknya, overthinking yang bisa dikendalikan dapat memberikan dampak positif bagi tubuh.

“Jangan terlalu membenci overthinking karena bisa memunculkan konsep pertahanan yang justru lebih kuat,” kata Jovita dalam acara yang digelar Greenfields secara daring, Jumat (29/10).

1. Berpikir ke arah sebaliknya
Cobalah untuk berpikir sebaliknya. Temukan hal-hal positif dari pikiran-pikiran berlebihan yang mengganggu Anda.

“Coba untuk fokus ke hal positifnya, memang tidak mudah tapi tak ada salahnya untuk dicoba. Misal saat akan memulai pekerjaan atau sesuatu yang baru jangan hanya pikirkan yang negatif, tapi coba lihat hal positif dari pekerjaan baru ini,” kata Jovita.

2. Jalankan teknik kontainer
Jika pikiran tersebut terus mengganggu Anda, masuklah pada teknik kontainer. Teknik ini memungkinkan Anda untuk fokus pada satu hal dan mencoba menyingkirkannya.

“Fokus pada apa yang di depan Anda, masukan segala hal overthinking yang belum dijalani ke kotak kontainer di sudut pikiran Anda,” kata Jovita.

3. Menulis jurnal
Menulis jurnal bisa membantu pikiran Anda terasa lebih tenang. Tuliskan apa yang menjadi kekhawatiran Anda. Biasanya saat menulis jurnal pikiran akan mudah terorganisir dan bisa membantu Anda melihat masalah dengan jernih.

4. Temui profesional
Jika pikiran overthinking sudah mengganggu Anda secara berlebihan hingga membuat stres dan sulit menghilangkannya, tak ada salahnya mulai menemui profesional seperti psikolog atau konselor. Ingatlah, bertemu profesional bukan berarti hal yang memalukan, tapi merupakan bantuan untuk memberi jalan keluar bagi masalah Anda.

Editor : ARON
Sumber : cnnindonesia