Wilfried Zaha mendapat serangan pelecehan di akun media sosial. (Action Images via Reuters/MOLLY DARLINGTON)

Penyerang Crystal Palace, Wilfried Zaha, menampilkan beberapa pesan di akun media sosial yang berisi pesan pelecehan dan salah satunya diduga berasal dari Indonesia.
Zaha membuka deretan pesan pelecehan dari berbagai akun dengan mengungkapkan agar masalah tersebut tidak sekadar dianggap candaan.

“Pesan ini tidak dimaksudkan agar saya mendapat sejuta pesan yang mengatakan kami bersamamu dan itu menjijikkan atau tentang simpati untuk saya.”

“Saya tidak berada di sini untuk segala omong kosong alih-alih memperbaiki masalah yang sebenarnya! Saya tak keberatan dilecehkan karena sekarang itu menjadi bagian dari pekerjaan saya meski itu bukan pemakluman tetapi warna kulit saya akan selalu menjadi masalah tetapi itu tidak apa-apa karena saya selalu hitam dan bangga,” tulis Zaha dalam fitur Instastory.

Pemain keturunan Pantai Gading itu juga berharap agar ada yang berbicara padanya ketika benar-benar menganggap serius masalah tersebut.

Setelah menampilkan pesan tersebut, Zaha memajang lima akun yang mengirimkannya direct message berupa kata-kata kasar.

Salah satu akun yakni IFIA diduga berasal dari Indonesia karena menggunakan sebuah kata hinaan berbahasa Indonesia.

Ketika ditelusuri akun dengan nama lengkap @ifiaramadani sudah tidak bisa diakses, namun muncul beberapa akun bernama serupa dengan berbagai variasi tulisan.

Ada pernyataan maaf di akun-akun dengan nama serupa itu. Ada pula netizen yang mengunggah gambar status berupa tulisan soal permintaan maaf kepada Zaha.

Zaha pada laga akhir pekan ini mencetak sebuah gol yang turut membawa  Crystal Palace menang 2-0 atas Manchester City dalam laga pekan ke-10. Man City pun terpaku di peringkat ketiga dengan 20 poin, tertinggal dua poin dari Liverpool, dan tertinggal lima poin dari Chelsea yang berada di puncak klasemen.

Editor : ARON
Sumber : cnnindonesia