Sebuah penelitian menyebutkan, burung condor California yang terancam punah, dapat melakukan virgin birth atau kelahiran perawan. Ini adalah laporan pertama tentang reproduksi aseksual pada condor California, meskipun partenogenesis dapat terjadi pada spesies lain.

Dalam studi yang diterbitkan di Journal of Heredity ini, disebutkan bahwa pada burung, reproduksi aseksual biasanya hanya terjadi ketika betina tidak memiliki akses ke jantan.

Dalam hal ini, setiap induk condor sebelumnya telah dikawinkan dengan jantan, menghasilkan 34 anak, dan masing-masing ditempatkan dengan jantan subur pada saat mereka menghasilkan telur melalui partenogenesis.

Partenogenesis adalah pertumbuhan dan perkembangan embrio atau biji tanpa fertilisasi oleh pejantan. Partenogenesis terjadi secara alami pada beberapa spesies, termasuk tumbuhan tingkat rendah, invertebrata, dan vertebrata.

Para peneliti mengatakan, mereka percaya ini adalah kasus pertama reproduksi aseksual pada spesies burung mana pun, yang betinanya memiliki akses ke pasangan.

“Temuan ini sekarang menimbulkan pertanyaan tentang apakah ini mungkin terjadi namun tidak terdeteksi pada spesies lain,” kata Oliver Ryder, rekan penulis studi dan direktur genetika konservasi untuk San Diego Zoo Wildlife Alliance, dikutip dari Phys.org.

Aliansi nirlaba yang menjalankan San Diego Zoo dan Safari Park telah terlibat dalam program pengembangbiakan kondor California, sehingga membantu membawa burung raksasa ini kembali dari kepunahan.

Dengan lebar sayap 3 meter, condor California adalah burung terbang terbesar di Amerika Utara. Mereka pernah tersebar di seluruh Pantai Barat. Sayangnya, hanya 22 yang selamat pada 1980-an yaitu ketika pemerintah AS menangkap dan menempatkan mereka di kebun binatang untuk penangkaran. Sekitar 160 ekor dibiakkan di San Diego Zoo dan Safari Park. Saat ini, ada lebih dari 500 condor California, termasuk lebih dari 300 yang telah dilepaskan ke alam liar di California, Arizona, Utah dan Meksiko.

Reproduksi aseksual ditemukan beberapa tahun yang lalu selama pengujian luas materi genetik condor yang dikumpulkan selama beberapa dekade, baik yang hidup maupun yang mati, dalam program pembiakkan di alam liar.

“Di antara 467 condor California jantan yang diuji dalam analisis parentage, tidak ada jantan yang memenuhi syarat sebagai calon pejantan dari kedua burung tersebut,” tulis studi tersebut.

Condor California dapat hidup hingga 60 tahun, tetapi kedua jantan itu sakit-sakitan. Yang satu berusia kurang dari 2 tahun ketika mati, dan yang lainnya hidup kurang dari delapan tahun.

Editor : ARON
Sumber : detikinet