Periksa kembali makanan yang Anda konsumsi. Sejumlah bahan yang terkandung dalam makanan bisa mengagalkan penurunan berat badan. (iStockphoto/Doucefleur)

Periksa kembali makanan yang Anda konsumsi. Pasalnya, sejumlah bahan yang terkandung dalam makanan tersebut bisa menggagalkan proses penurunan berat badan.

Umumnya, bahan makanan yang menghambat diet diet tersebut berupa emulsi, penyedap rasa, pengawet, dan pewarna makanan.

Berikut 5 bahan makanan yang bisa gagalkan penurunan berat badan:

1. Propionat

Propionat adalah pengawet makanan yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan jamur pada sejumlah makanan, misalnya makanan yang dipanggang, roti, dan keju. Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science, paparan kronis terhadap dosis propionat pada tikus menyebabkan kenaikan berat badan secara bertahap.

“Tentu saja diperlukan lebih banyak penelitian untuk melihat apa yang terjadi pada manusia yang mengonsumsi makanan dengan bahan tambahan ini secara kronis, karena kebanyakan orang tidak,” kata ahli nutrisi Toby Amidor, dikutip dari Eat This.

2. Natrium benzoat

Natrium benzoat adalah bahan pengawet yang kerap ditambahkan dalam sejumlah makanan kemasan. Ahli gizi Laura Gilstrap menjelaskan konsumsi natrium benzoat dapat mengganggu hormon sehingga menimbulkan perasaan lapar.

“Ini bekerja dengan menekan hormon yang disebut leptin, hormon kenyang alami tubuh,” kata Gilstrap.

3. Evaporated cane juice (pemanis)

Evaporated cane juice merupakan pemanis yang banyak digunakan dalam kopi, teh, dan makanan yang dipanggang. Sejumlah studi ilmiah mengaitkan pemanis ini dengan penambahan berat badan, obesitas, dan diabetes.

“Pengganti gula [ini] sama berbahayanya dengan gula, yang berarti masih dapat memengaruhi lingkar pinggang Anda dan meningkatkan peradanganm” kata Gilstrap.

Menurut penelitian Cleveland Clinic, peradangan ini dikaitkan dengan hampir semua penyakit, termasuk penyakit jantung dan kanker.

4. Sukralosa

Sukralosa juga dapat menghambat penurunan berat badan. Sukralosa adalah pemanis non-nutrisi yang banyak digunakan untuk makanan dan minuman seperti soda.

“Sebuah studi baru-baru ini dari JAMA Network, menemukan bahwa jika dibandingkan dengan gula, asupan sukralosa mungkin pada dasarnya menipu otak dan meningkatkan nafsu makan pada wanita dan orang-orang dengan obesitas,” kata ahli gizi Jackie Newgent.

5. Bisphenol-A

Bisphenol-A atau dikenal juga dengan BPA adalah aditif yang banyak ditemukan pada kaleng minuman maupun kemasan makanan. Studi menunjukkan paparan yang tinggi pada BPA dapat meningkatkan risiko obesitas karena perubahan hormonal.

Untuk mengurangi konsumsi bahan makanan ini, periksa kembali bahan yang digunakan dalam makanan yang dikemas. Batasi pula konsumsi makanan dan minuman kemasan atau cepat saji.

Editor: ARON

Sumber: cnnindonesia