Sejumlah kebiasaan yang bisa menimbulkan kanker payudara. F.morgueFile/DodgertonSkillhause

Sejumlah kebiasaan dapat memicu pertumbuhan kanker payudara. Hindari kebiasaan yang bisa picu kanker payudara untuk mencegah sel-sel kanker berkembang.

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak diami perempuan di dunia dan Indonesia. Berdasarkan data Globocan 2020, terdapat hampir 400 ribu kasus kanker baru di Indonesia. Kanker payudara merupakan jenis kanker terbanyak dengan lebih dari 65ribu kasus (16,6 persen).

Bila dilihat berdasar jenis kelamin, kanker payudara menempati kasus kanker terbanyak pada perempuan, disusul kanker serviks, kanker ovarium, kanker kolon, kanker tiroid, dan jenis kanker lain.

Berikut 7 kebiasaan yang bisa picu kanker payudara:

1. Makan berlebihan

Kebiasaan makan berlebihan tanpa memperhatikan kalori dan nutrisi sehingga menyebabkan kenaikan berat badan bisa memicu kanker payudara. Tinjauan yang diterbitkan di jurnal Breast Care (Basel) menyebut kenaikan berat badan orang dewasa dan kegemukan berkaitan dengan risiko kanker payudara pascamenopause.

Data menunjukkan dibanding perempuan dengan berat badan normal (BMI 18,5-25), perempuan yang kelebihan berat badan (BMI > 25) 1,5 kali lipat lebih berisiko mengalami kanker payudara. Sedangkan saat berat badan makin bertambah (BMI > 30) risikonya jadi lebih dari 2 kali lipat.

2. Tidur dengan televisi menyala

Barangkali serial televisi yang Anda tonton malah berbalik ‘menonton’ Anda tidur. Sebaiknya kebiasaan ini diubah sebab risiko kanker payudara mengintai.

Dalam sebuah analisis yang terbit di jurnal Environment Health Perspectives menemukan sinar buatan (artificial light) yang keluar dari layar televisi berhubungan dengan kanker payudara dan kanker prostat.

“Sinar di malam hari bisa jadi salah satu faktor yang berkontribusi pada peningkatan kasus kanker payudara selama beberapa dekade terakhir,” kata direktur program di National Institute of Environmental Health Sciences, Les Reinlib, dalam studinya mengutip dari Best Life.

3. Minum dengan botol plastik

Air minum dalam kemasan, terutama kemasan plastik berpotensi memicu kanker payudara. Dilansir dari laman Breast Cancer, riset menunjukkan wadah minuman dari plastik bisa mencemari air dengan bahan kimia berbahaya seperti BPA.

BPA alias Bisphenol-A merupakan bahan kimia sintetis lemah yang bisa mengacaukan keseimbangan hormon tubuh dan meningkatkan risiko kanker payudara.

4. Merokok

Tidak hanya kanker payudara, kebiasaan merokok bisa memicu kemunculan kasus kanker lain. Merokok dikenal memiliki efek karsinogenik.

Efek karsinogenik disebabkan hidrokarbon aromatik pada tembakau lalu bersama-sama dengan komponen lain bisa mempengaruhi perkembangan kanker payudara. Data dari American Cancer Society, Prevention Study II (CPS-II) Nutrition Cohort menemukan insiden kanker payudara lebih tinggi pada perokok dan mantan perokok dibanding mereka yang tidak pernah merokok.

5. Konsumsi alkohol

Konsumsi alkohol berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Risiko meningkat disebabkan banyaknya alkohol yang dikonsumsi. Dari laman American Cancer Society, paling baik memang tidak mengonsumsi alkohol sama sekali.

Jika mengonsumsi hanya satu minuman, meningkatkan risiko kanker 7-10 persen dibanding yang tidak minum. Pada perempuan yang minum 2-3 minuman per hari risiko meningkat sekitar 20 persen.

6. Penggunaan kosmetik dengan paraben

Sebaiknya cek lagi kosmetik yang Anda gunakan sehari-hari. Kandungan paraben pada kosmetik akan memicu pertumbuhan kanker payudara. Paraben merupakan komponen yang digunakan untuk mengawetkan produk.

Riset yang dipublikasikan Journal of Applied Toxicology menunjukkan paraben mudah terserap kulit dan membuat pertumbuhan kanker makin pesat.

7. Mager

Gaya hidup sedenter, ‘mager’ (malas gerak), juga banyak duduk akan meningkatkan risiko kanker payudara. Sebaliknya jika Anda hidup aktif, banyak bergerak mampu mengurangi risiko kanker berhubungan dengan berat badan tubuh, inflamasi, hormon dan keseimbangan energi.

Sebuah tinjauan yang diterbitkan di Journal of The National Cancer Institute, periset Jerman meneliti data dari 43 studi. Mereka menemukan tiap tambahan 2 jam perilaku sedenter per hari mampu meningkatkan risiko kanker termasuk kanker kolon, kanker endometrium dan kanker paru.

Itulah kebiasaan yang bisa picu kanker payudara.

Editor: ARON

Sumber: cnnindonesia