Ilustrasi contoh surat lamaran kerja (Foto: iStock)

Dalam menyiapkan surat lamaran kerja (cover letter), kita biasanya akan sibuk mengemas daftar riwayat hidup (curriculum vitae) secantik mungkin. Elemen desain betul-betul diperhatikan, mulai dari ukuran fon, pilihan warna, hingga penataan letak. Bahkan, kita sibuk mengingat-ingat perjalanan karier dan pengalaman guna menarik perhatian perekrut.

Hal-hal tersebut memang penting. Namun, semoga kita tidak luput untuk meninjau tata bahasa dalam surat lamaran kerja. Saya beberapa kali pernah diminta direktur untuk meninjau CV kandidat pekerja. Yang pertama kali saya baca bukanlah pengalaman kerja mereka, melainkan surat lamaran kerja yang lazimnya tertera pada badan surel.

Saya rasa, tidak semua orang mengetahui perbedaan ragam bahasa formal, semiformal, dan informal. Ingat, surat lamaran kerja sebaiknya menggunakan gaya bahasa formal. Gantilah kata “aku” dengan “saya”. Buat pembukaan surat dengan bahasa yang santun dan lugas. Misalnya, sapalah nama perekrut beserta jabatan dan nama perusahaannya. Jika tidak mengetahui nama perekrut, tulis saja nama jabatan dan nama perusahaannya. Kemudian, tuliskan bagian isi surat lamaran kerja dengan jelas. Sertakan alasan mengapa kita tertarik untuk bekerja di kantor tersebut dan singgung sedikit pengalaman kerja kita. Tutuplah surat itu dengan menyebutkan dokumen-dokumen yang kita lampirkan.

Tentunya, dalam membuka lapangan pekerjaan dan menerima surat lamarannya, setiap perusahaan memiliki ketentuan yang berbeda-beda. Ada yang meminta para kandidat untuk melampirkan fotokopi KTP dan ijazah. Ada pula yang mewajibkan para calon pekerja untuk menulis surat lamaran kerja pada dokumen terlampir, bukan dalam badan surel. Terlebih, perusahaan juga sudah menyediakan format penulisan subjek surel. Pastikan kita tidak mengabaikan ketentuan-ketentuan itu.

Kita bisa lihat, dalam melamar sebuah posisi pekerjaan, penulisan sama pentingnya dengan faktor desain. Kita membutuhkan kemampuan membaca dengan teliti untuk memahami ketentuan-ketentuan dari perusahaan. Terlebih, kita pun membutuhkan kemampuan dalam menulis surat lamaran pekerjaan dengan bahasa formal yang lugas.

Editor : ARON
Sumber : detikedu