Ilustrasi kapal selam. (AFP Photo/Fred Tanneau)

Amerika Serikat langsung menggelar investigasi setelah kapal selam bertenaga nuklir mereka, USS Connecticut, menabrak benda saat beroperasi di Laut China Selatan pada pekan lalu.

Dalam pernyataan yang dikutip The Washington Post, seorang pejabat Angkatan Laut mengatakan bahwa saat ini penyelidikan masih terus berlangsung.

Menurutnya, kapal tersebut diduga menabrak benda mati, seperti kapal atau kontainer barang yang karam. Ia juga menyatakan bahwa Angkatan Laut menduga tabrakan ini tidak disebabkan oleh China.

Berdasarkan keterangan Angkatan Laut AS, sejumlah pelaut juga terluka dalam insiden ini. Namun, sebagaimana dilansir AFP, para pelaut itu hanya mengalami luka sedang atau tidak serius.

Selain itu, USS Connecticut juga mengalami sedikit kerusakan setelah menabrak benda di LCS. Namun, tak ada kerusakan yang serius.

“Kapal selam itu masih dalam kondisi aman dan stabil. Tenaga penggerak nuklir USS Connecticut tak terpengaruh dan masih beroperasi penuh,” demikian pernyataan Angkatan Laut AS.

Seorang pejabat pertahanan AS menyatakan bahwa insiden itu sebenarnya terjadi pada 2 Oktober lalu ketika USS Connecticut sedang beroperasi di Laut China Selatan.

Namun, Angkatan Laut AS tak segera mengumumkan insiden tersebut karena alasan keamanan. Mereka baru mengumumkan kejadian itu setelah USS Connecticut keluar dari area LCS.

Saat ini, USS Connecticut sedang dalam perjalanan menuju pangkalan militer AS di Guam.

Editor : Aron
Sumber : cnnindonesia