iStockphoto/CalypsoArt

Netizen di media sosial ramai membicarakan keampuhan kopi untuk atasi rambut rontok. Caranya cukup praktis yakni dengan mencampur sampo yang biasa digunakan dengan bubuk kopi lalu dipakai keramas. Hasilnya, rambut yang rontok berkurang drastis.

Pertanyaannya, apakah kopi memang seampuh itu untuk mengatasi rambut rontok? Sebelum mengetahui keampuhannya, ada baiknya kenali dulu penyebab rambut rontok.

Menurut Eddy Karta, dokter spesialis kulit dan kelamin, secara umum penyebab rambut rontok antara lain, perawatan rambut yang tidak tepat, asupan nutrisi tidak seimbang, juga penyakit atau kondisi medis tertentu.

Soal manfaat kopi buat rambut rontok, Eddy mengungkapkan kopi memang bisa membantu. Hanya saja, ini masih mungkin jika kerontokan rambut masih pada kasus ringan.

“Pada kasus ringan aplikasi kopi pada kulit kepala yang nama populernya coffee hair mask dapat menutrisi folikel rambut, memblok kerja hormon DHT (dihidrotestosteron) yang menyebabkan rambut rapuh dan meningkatkan aliran darah dan nutrisi yang menyehatkan rambut, semua dikarenakan kandungan zat caffeine,” jelas Eddy via pesan singkat, Selasa (5/10).

Dia pun memberikan langkah-langkah tepat aplikasi kopi pada rambut.

Bahan:
2-4 cangkir kopi cair (tergantung panjang rambut)
Kondisioner secukupnya
Spray botol

Cara pemakaian:
1. Masukkan kopi cair ke botol, lalu semprotkan pada rambut dan kulit kepala.

2. Timpa kopi dengan kondisioner dan diamkan selama 20 menit. Bias sampai bersih.

Menurut Eddy penggunaan kopi cair lebih baik daripada kopi bubuk sebab teksturnya memudahkan kopi meresap meresap ke kulit kepala. Kemudian untuk memaksimalkan penyerapan, digunakan bersama kondisioner bukan sampo.

Perawatan ini cocok dilakukan di akhir pekan sebagai bagian dari self care. Meski tidak memiliki masalah kerontokan, Eddy menuturkan siapapun bisa menjajal racikan kopi dan kondisioner ini sebab rambut akan lebih sehat dan berkilau. Namun untuk mereka yang memiliki kondisi autoimun atau jamur, sebaiknya urung mengeksekusi perawatan seperti ini.

“Ada dermatitis (eksim) yang masuk dalam keluarga autoimun dan bisa mengenai kulit kepala. Autoimun dan jamur rentan ada infeksi sekunder sehingga ada risiko menjadi kotor dan infeksi,” imbuhnya.

Editor : ARON
Sumber : cnnindonesia