Petugas mengenakan pakaian steril saat akan memasuki Laboratorium Balitbangkes, Jakarta, Selasa (11/2). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali memperbarui data sebaran varian virus corona di Indonesia.
Per 2 Oktober 2021, sebanyak 6.973 sampel kasus COVID-19 dari seluruh provinsi telah diperiksa. Data tersebut dihimpun sejak Januari 2021.
Berdasarkan data yang dapat diakses dalam laman litbang.kemkes.go.id, terdapat 3.160 sekuens atau sampel yang diperiksa merupakan varian Delta. Artinya, hampir separuh atau varian yang mendominasi di Tanah Air merupakan varian dengan kode mutasi B16172 tersebut.
Varian Delta ini paling banyak ditemukan di DKI Jakarta yaitu sebanyak 1.023 sekuens. Kemudian disusul oleh Jawa Barat sebanyak 456 sekuens.
Tak hanya di Pulau Jawa bagian barat saja, varian yang pertama kali dideteksi di India ini juga ditemukan mendominasi di Kalimantan Timur. Sebanyak 299 dari 364 sekuens yang diperiksa merupakan varian Delta.
Sejumlah varian lain juga dilaporkan oleh Badan Litbangkes. Dari 6.000 lebih sekuens yang diperiksa, 65 di antaranya merupakan varian Alpha. Kemudian disusul varian Beta sebanyak 22 sekuens.
Khusus untuk varian Alpha, sejauh ini hanya ditemukan di sebagian wilayah di Sumatera dan Jawa. Namun, lagi, varian ini kembali mendominasi di Jakarta sebanyak 37 sekuens.
Begitu juga dengan varian Beta yang paling banyak ditemukan di Jakarta. Dari 22 sekuens, 12 di antaranya ada di Ibu Kota.
Editor : Aron
Sumber : kumparan