Pengunjung menghadiri pembukaan PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (2/10/2021). Foto: M Agung Rajasa/ANTARA FOTO
Satgas COVID-19 Papua memastikan penularan COVID-19 pada klaster atlet, official dan panitia penyelenggara (Panpel) PON XX Papua masih varian Delta.
Juru bicara Satgas COVID-19 Papua, Silwanus Sumule memastikan hasil varian Delta didapat setelah ada pemeriksaan secara acak kepada 25 sampel di Laboratorium Kesehatan Daerah di Jayapura.
“Kami sudah memeriksa sampel secara acak dan belum ditemukan varian baru dalam penyebaran COVID-19 pada atlet, official hingga panpel. Sampai hari ini masih varian Delta, belum ada varian baru pada kasus ini,” jelas Sumule, Rabu (6/10).
Satgas COVID-19 Papua terus memantau penyebaran COVID-19 pada PON XX Papua di 4 lokasi pelaksanaan PON.
“Pemantauan terus dilakukan. Jika ada kasus baru, petugas medis mengetahui gejala lain, maka sudah ada prosedur tetap (protap) yang dibuat dan akan dilakukan,” jelasnya.
Dengan temuan pada klaster PON, Satgas COVID-19 memperketat penumpukan pada lokasi venue bagi penonton.
“Kami memperketat penonton yang akan datang ke venue. Misalnya sudah divaksin dan tetap prokes saat menonton pertandingan,” katanya.
Untuk mencegah penumpukan di venue, Satgas COVID-19 dan PB PON Papua menyediakan sejumlah videotron pada titik strategis, agar masyarakat dapat menonton pertandingan pada layar lebar yang diletakan di ruang publik.
Sebelumnya, 29 atlet, official hingga panpel terkonfirmasi positif COVID-19. Sebarannya berada pada 4 lokasi pelaksaaan PON yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke dan Mimika.
Kasus COVID-19 ditemukan pada kontingen asal DKI Jakarta, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Timur, Jawa Timur, Banten, Sulawesi Selatan dan Jawa Barat.
Atlet, official hingga panpel yang terkonfirmasi COVID-19 tak memiliki gejala atau orang tanpa gejala (OTG) dan bergejala ringan. Saat ini sudah ada 1 orang sembuh dari penyebaran ini dan sisanya masih menjalani isolasi di lokasi terpusat dan rumah sakit setempat.
Editor : ARON
Sumber : kumparan