Ilustrasi pertandingan judo di PON Papua 2020. (ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Sebanyak tiga atlet asal DKI Jakarta di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020 diketahui terpapar Covid-19.

“Ya, ada [terpapar Covid-19]. Enggak boleh pulang, suruh istirahat dia,” kata Ketua KONI DKI Jakarta, Djamhuron P. Wibowo, saat dihubungi Selasa (5/10).

Djamhuron menyatakan atlet-atlet yang terpapar Covid-19 berlaga di cabang olahraga sepatu roda dan judo. Djamhuron memaparkan tiga atlet tersebut diketahui positif Covid-19 saat hendak pulang ke Jakarta.

“Kalau gejala enggak ada, karena sudah bertanding semuanya baru mau pulang. Pulang kan wajib PCR, waktu PCR enggak boleh pulang. Sudah ikut pertandingan semuanya,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, selama berada di Papua para atlet rutin melakukan PCR empat hari sekali. Selama itu tidak ditemukan adanya atlet yang terpapar.

“Jadi ini karena mau pulang saja PCR, kalau tracing biasa enggak ada masalah semuanya,” katanya.

Menurut keterangan Andhika Raspati, dokter tim DKI di PON Papua, ketiga atlet tersebut diisolasi di RSUD Mimika, Timika. Hal tersebut sesuai dengan aturan Pengurus Besar (PB) PON yang menyebutkan siapapun dinyatakan positif Covid-19 baik tidak bergejala hingga bergejala berat akan dikarantina di RSUD Mimika.

Sementara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, menyatakan kasus atlet terpapar Covid-19 tidak akan membuat PON Papua dihentikan.

“Saya pikir mereka sudah divaksinasi sebelum ke sini [Papua]. Jadi jika ada satu atau dua yang positif Covid-19, itu normal. Tidak masalah,” ujar Zainudin.

“Tidak mungkin kita tiba-tiba membatalkan PON karena ada atlet terpapar Covid-19. Event-nya sudah berjalan, bahkan ada yang sudah dapat medali,” sambungnya dikutip dari Antara.

Sebelum ketiga atlet dari DKI diketahui positif, ada pula dua atlet judo asal Kalimantan Timur yang terpapar Covid-19. Kedua atlet tersebut juga sudah diisolasi di RSUD Mimika.

PON Papua yang sudah dibuka secara resmi pada Sabtu (2/10) akan selesai pada 15 Oktober mendatang.

Editor : ARON
Sumber : cnnindonesia