Ilustrasi. (Pixabay/PublicDomainPictures)

Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ) merilis Pandora Papers yang mengungkap “tsunami” skandal pajak terbesar dunia dengan setidaknya 35 nama pemimpin negara terseret di dalamnya.

Investigasi yang melibatkan 600 jurnalis dari berbagai media itu dilakukan berdasarkan bocoran 11,9 juta dokumen dari 14 perusahaan jasa keuangan di seluruh dunia. Laporan itu dirilis di situs resmi ICIJ pada Minggu (3/10).

Setidaknya 35 pemimpin dunia, baik yang masih menjabat maupun sudah pensiun, terseret dalam pusaran laporan tersebut, termasuk Raja Yordania, Abdullah II.

Berdasarkan laporan itu, Abdullah membentuk jaringan perusahaan di negara surga pajak untuk membeli berbagai properti senilai total US$100 juta di Malibu, California, hingga Washington dan London.

Kedutaan Besar Yordania di AS menolak memberikan komentar. Namun, pengacara kerajaan mengatakan kepada BBC bahwa Abdullah membeli properti-properti itu dengan kekayaan pribadi.

Menurutnya, individu berpenghasilan tinggi biasa membeli properti melalui perusahaan di luar negeri demi privasi dan alasan keamanan.

Ada pula nama Perdana Menteri Ceko, Andrej Babis. Ia disebut tak melaporkan perusahaan investasi di surga pajak yang digunakan untuk membeli kastil senilai US$22 juta di selatan Prancis.

Laporan ini disebut-sebut dapat mencoreng nama Babis yang akan ikut serta dalam pemilu tahun ini. Meski demikian, Babis menyatakan bahwa ia tak melakukan sesuatu yang ilegal.

Selain itu, nama mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, juga muncul di Pandora Papers. Ia disebut menghindari pembayaran pajak properti bernilai jutaan pound sterling di London. Ia dan istrinya, Cherie, membeli perusahaan di surga pajak yang memiliki properti tersebut.

Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta, juga disebut-sebut dalam laporan ini. Ia diduga secara diam-diam memiliki jaringan perusahaan di surga pajak bersama sejumlah anggota keluarganya.

Tak hanya itu, nama-nama di lingkaran Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mulai dari menteri di kabinetnya hingga keluarganya, juga disebut secara diam-diam memiliki perusahaan di surga pajak.

Khan pun langsung menyatakan bahwa dia bakal mengambil tindakan yang sesuai jika terbukti ada warga Pakistan melakukan tindakan kejahatan.

Sementara itu, nama Presiden Rusia, Vladimir Putin, memang tak disebut langsung dalam Pandora Papers. Namun, ia dikaitkan dengan satu aset rahasia di Monako yang disebut-sebut merupakan rumah milik seorang perempuan Rusia.

The Washington Post melaporkan bahwa perempuan itu memiliki hubungan gelap dengan Putin. Dari hubungan tersebut, perempuan itu dilaporkan melahirkan seorang anak.

Pandora Papers ini sendiri merupakan rangkaian bocoran dokumen rahasia terbaru dari ICIJ. Sebelumnya, mereka sudah mengungkap sejumlah kumpulan bocoran dokumen rahasia lainnya, termasuk Panama Papers pada 2016.

Panama Papers itu memicu pengunduran diri Perdana Menteri Islandia, Sigmundur David Gunnlaugsson. Laporan itu juga membuka jalan untuk pelengseran pemimpin Pakistan, Nawaz Sharif.

Editor : ARON
Sumber : cnnindonesia