Khaby Lame menjadi pria terpopuler di TikTok. (REUTERS/YARA NARDI)

Siapa sangka jika sosok paling populer di TikTok tak pernah berbicara sepatah kata pun?
Ia adalah Khabane ‘Khaby’ Lame, seorang pria 21 tahun asal Italia yang memiliki popularitas tinggi di TikTok. Dalam setiap unggahannya, dia tak pernah mengeluarkan sepatah kata apa pun.

Perkenalan Lame dengan TikTok dimulai ketika Italia memberlakukan lockdown akibat penyebaran virus corona penyebab Covid-19 pada 2020 lalu. Saat itu, Lame baru saja kehilangan pekerjaannya di sebuah pabrik di utara Kota Turin.

Suatu hari, dia mengunduh TikTok dan mulai mengotak-atiknya, mengunggah video dirinya dengan nama Khaby Lame. Secara bertahap, karier yang mengejutkan pun lahir.

Pada awalnya, seperti kebanyakan TikTokers, dia membuat klip dirinya yang sedang menari, menonton video game, atau melakukan aksi komedi.

Awal tahun ini, dia mulai mengolok-olok video life-hack yang membanjiri platform media sosial. Dia bereaksi terhadap konten-konten tersebut dengan mengangkat bahu tanpa kata atau ekspresi putus asa. Aksinya ini pun berhasil menarik perhatian banyak orang.

Kini, Lame telah menjadi orang kedua paling popular di TikTok dengan 114 juta pengikut setelah Charli D’Amelio, seorang remaja California yang kerap mengunggah video lucu.

Social Blade bahkan mencatat Lame sebagai salah satu pembuat konten dengan pertumbuhan tercepat di TikTok. Dia mendapatkan rata-rata hampir 200 ribu pengikut tambahan per hari.

Pria berusia berusia 21 tahun itu melakukan semuanya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Di TikTok, keheningan bicaranya menjadi yang utama.

“Saya mendapat ide itu karena saya melihat video-video ini beredar, dan saya menyukai ide untuk menghadirkan kesederhanaan,” kata Lame, seperti dikutip dari┬áCNN.

“Saya memikirkan cara untuk menjangkau sebanyak mungkin orang. Dan cara terbaik adalah tidak berbicara,” tambah Lame.

Lame adalah seorang pria berbadan ramping dengan wajah yang ekspresif. Di sebagian besar kontennya, dia mengeluarkan berbagai hal cukup hanya dengan berekspresi dan melakukan hal-hal yang unik. Dia juga menggunakan pendekatan akal sehat.

Dalam satu video, Lame mengupas pisang dengan tangannya sebagai tanggapan atas video seseorang yang dengan hati-hati mengiris pisang menggunakan golok.

Dalam video lain, Lame bereaksi terhadap video seorang wanita yang mengupas mentimun memakai giginya dengan menggunakan alat pengupas sayuran untuk menyelesaikan tugas yang sama.
Reaksi diam tapi ekspresif ini telah membuatnya menjadi salah satu pencipta konten digital yang paling dikenal di media sosial.

“Mungkin karena ekspresi wajah saya lucu dan membuat orang tertawa, kesederhanaan ini membuat orang tertawa dan saya menyukainya,” kata Lame.

Seorang ahli pemasaran mengatakan, popularitas video Lame menunjukkan bahwa komunikasi nonverbal dapat mengatasi hambatan bahasa dan membuatnya menjadi lintas budaya.

“Anda tidak perlu berbicara untuk dilihat atau dipahami,” kata Christina Ferraz, pendiri agensi pemasaran Thirty6five yang berbasis di Houston. “Kekesalannya dapat diterima, dan perasaannya bersifat universal.”.

Pesan Bahwa Hidup Tak Perlu Rumit

Humor datar Lame telah menarik penggemar dari seluruh dunia. Ekspresi wajahnya yang tenang juga mengubah Lame menjadi bintang meme.

Ferraz mengatakan, video Lame pada dasarnya tidak diproduksi secara berlebihan dan tampak natural. Lame hanya cukup menggunakan tindakan masuk akal dan memperlihatkan citra sederhana untuk menyampaikan humor.

Hal itu, lanjut Ferraz, memperlihat kealamiannnya dan memperkuat pendapat bahwa hidup tak perlu dibuat rumit.

“Seberapa sering kita membuat hidup jadi lebih sulit atau rumit daripada yang diperlukan? Saya pikir kebanyakan orang lebih suka menjaga hal-hal yang sederhana,” ujar Ferraz.

Kendati demikian, Lame mengaku bahwa tujuannya mengunggah video-video tersebut bukan untuk menjadi populer.

“Saya tidak peduli apakah saya yang pertama atau kedua atau keempat paling populer di TikTok. Saya mulai membuat video karena saya ingin membuat orang tertawa di masa lockdown itu,” kata Lame.

Editor : Aron
Sumber : cnnindonesia