Ilustrasi vaksin Covid-19 AstraZeneca. (Foto: AFP/JOEL SAGET)

Bantuan penanganan COVID-19 kembali diserahkan Singapura untuk Indonesia. Kali ini, donasi yang diberikan berupa 122.400 dosis vaksin AstraZeneca untuk Provinsi Kepulauan Riau.

Dikutip dari keterangan resmi Kedutaan Besar RI untuk Singapura, donasi vaksin diserahkan oleh Menteri Pendidikan dan Luar Negeri II Singapura Mohammad Maliki Oesman kepada Duta Besar RI Suryo Pratomo di Jurong Port Singapura.

Dari total 122.400 dosis vaksin AstraZeneca, sebanyak 61.200 dosis akan diserahkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Sedangkan, 61.200 lainnya akan diterima oleh Dinkes Kota Batam.

Pemberian bantuan ini diharapkan dapat mempercepat program vaksinasi COVID-19 yang merata di Provinsi Kepri, sehingga target vaksinasi 100% dari populasi dapat tercapai di akhir 2021.

Usai acara penyerahan ini, 122 ribu dosis vaksin tersebut diberangkatkan dari Jurong Port Singapura menuju Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam. Bantuan ini diangkut dengan menggunakan kapal ferry.

Dalam prosesi penyerahan, Dubes Suryo menyatakan apresiasi setinggi-tingginya kepada Singapura. Sebab, ketika Indonesia tengah diadang gelombang COVID-19 yang sangat buruk, Singapura yang pertama mengulurkan tangan.

“Orang tua di Indonesia selalu mengajarkan kepada anaknya untuk berbaik-baik dengan tetangga. Mengapa? Karena di masa sulit, tetanggalah yang pertama akan memberikan pertolongan kepada kita,” kata dia.

Sementara Maliki Oesman menyampaikan, bantuan vaksin ini merupakan salah satu komitmen mereka dalam penanganan COVID-19 skala global, yaitu melalui skema COVAX facility.

Saat ini, situasi corona Indonesia sudah jauh membaik dibandingkan puncaknya pada 15 Juli lalu. Justru sekarang Singapura yang tengah berjibaku melawan lonjakan kasus akibat varian Delta. Dengan itu, Suryo menawarkan bantuan kepada Singapura jika ada bantuan yang diperlukan.

“Presiden Joko Widodo berulang kali menyampaikan, ‘Mari kita kuat bersama, bangkit bersama’ dari pandemi COVID-19,” pungkas dia.

Editor : NUL
Sumber : kumparan