Ilustrasi kasus Covid-19 di Australia. (RUTERS/LOREN ELLIOTT

Sejumlah negara bagian di Australia masih mencatatkan ratusan kasus Covid-19 baru di tengah perjuangan mereka mencapai target 80 persen tervaksinasi dan menahan laju penyebaran varian Delta.

Pada Minggu (26/9), negara bagian Victoria mencatat tambahan 779 kasus baru Covid-19 dan dua kematian. Angka itu turun sedikit dari rekor yang tercatat kemarin, 847 kasus baru.

Sementara itu pada hari yang sama, negara bagian terpadat di Australia, New South Wales mencatat 961 kasus infeksi Covid-19 baru dan sembilan kematian.

Tambahan kasus pada Minggu (26/9) ini bersamaan dengan permintaan perdana menteri Australia yang meminta pemimpin negara-negara bagian bersiap untuk membuka kembali begitu angka vaksinasi mencapai target.

Dua negara bagian terpadat di Australia, Victoria dan New South Wales, berjuang untuk menahan laju infeksi varian Delta dan meningkatkan angka tervaksinasi hingga 80 persen dari populasi sebagai batas untuk bisa pelonggaran pengetatan.

Tercatat, tiga per empat dari populasi di Australia telah menerima dosis pertama vaksin. Sementara itu baru separuh dari populasi menerima vaksin dua dosis.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan dalam sebuah wawancara yang disiarkan Minggu (26/9) bahwa dirinya berharap negara-negara bagian bisa membuka batas dan melonggarkan pengetatan begitu batas 80 persen tervaksinasi tercapai.

“Kita masing-masing memiliki tanggung jawab atas kesehatan kita. Jadi, penting bagi kita untuk terus maju,” kata Morrison dalam program Sunrise di Channel 7.

“Ada kalanya ketika kita hanya perlu beranjak dan melanjutkannya,” katanya dari Washington DC, lokasi pertemuan antara petinggi Australia dengan Amerika Serikat, Jepang, dan India.

Morrison juga memberikan pesan kepada warganya. “Apa yang saya ingin mereka miliki untuk Natal adalah kehidupannya kembali. Dan itu adalah kado dari pemerintah. Itu adalah hadiah yang saya ingin kami berikan kepada mereka,” katanya.

Pada Kamis (23/9), Pemerintah Australia dilaporkan berencana membuka perbatasan internasional paling lambat saat perayaan Hari Natal pada 25 Desember mendatang.

Menteri Pariwisata Australia, Dan Tehan, mengatakan warga Negeri Kanguru akan diizinkan bepergian ke luar negeri dengan tanpa pembatasan Covid-19 ke negara-negara yang telah menyepakati koridor perjalanan atau travel bubble dengan Canberra.

“Orang-orang akan dapat bebas bepergian ke luar Australia tanpa pembatasan dan larangan di bawah rencana nasional yang mengatur tingkat risiko negara-negara dari infeksi Covid-19,” kata Tehan seperti dikutip The Straits Times pada Kamis (23/9).

Editor: NUL

Sumber: cnnindonesia