Lampu-lampu ruang perawatan menyala di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/11). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
Sejumlah prediksi tentang kapan pandemi berakhir marak bermunculan. Salah satu prediksi itu datang dari Kepala Eksekutif Moderna Inc atau MRNA.O, St├ęphane Bancel.

Orang nomor satu di perusahaan vaksin tersebut memprediksi pandemi corona di seluruh dunia akan berakhir tahun depan, yaitu tahun 2022.
“Mulai hari ini, dalam setahun, saya berasumsi (pandemi berakhir),” kata Bancel dikutip dari Reuters, Jumat (24/9).

Bancel pun tidak sembarangan menyampaikan prediksi itu. Menurutnya, ada sejumlah faktor pendukung berbasis data ilmiah.
Pertama, produksi vaksin sudah semakin banyak dunia. Kedua, sudah banyak masyarakat divaksinasi. Ketiga, vaksin corona untuk bayi akan tersedia, sehingga semua mulai dari bayi hingga lansia sudah bisa divaksin.
Lantas, bagaimana data vaksinasi dan kasus corona global saat ini?
Vaksinasi Corona Dunia

Berdasarkan data Our World in Data, Kamis (23/9), vaksinasi dosis pertama di tingkat global sudah mencapai 44,15 persen dari seluruh penduduk bumi. Sementara itu, vaksinasi dosis kedua sudah mencapai 32,05 persen.

Saat ini, total penduduk bumi ada di angka 7,8 miliar. Artinya, dosis pertama sudah dinikmati oleh 3,48 miliar orang. Sedangkan dosis kedua sudah menyasar 2,54 miliar orang.
Vaksinasi corona sendiri telah dimulai sejak awal tahun 2021. Pencapaian vaksinasi seperti dalam grafik di atas membutuhkan waktu sekitar 9 bulan.
Kasus Konfirmasi Corona

Vaksinasi yang masif diiringi oleh kasus corona yang mulai melandai. Betul bahwa tren corona di sejumlah negara seperti AS, Korsel, Australia, tengah meningkat. Namun, secara global trennya sedang menurun.
Saat ini, rata-rata kasus corona harian ada di angka 500 ribuan. Padahal pada Agustus lalu, rata-rata kasus ada di angka 650 ribuan.
Pandemi Diprediksi Berakhir 2022, Bagaimana Data Corona dan Vaksinasi Global?

Seperti halnya kasus konfirmasi, tren kematian akibat corona juga tengah menurun. Saat ini, rata-rata kasus kematian per hari ada di angka 8 ribuan. Pada Agustus lalu, kasus kematian menyentuh angka 10 ribu.

Data menunjukkan bahwa puncak tertinggi rata-rata kematian corona terjadi pada 26 Januari 2021. Kala itu, kasus kematian ada di angka 14 ribu orang per hari.
Kasus Corona di Indonesia vs Global

Apabila situasi corona di Indonesia dibandingkan dengan kasus corona dunia, rasio total kasus konfirmasi dan kematian di negara kita tak lebih sampai 3 persen dari data corona global.
Total kasus konfirmasi di Indonesia per 23 September 2021, misalnya, ada di angka 4.201.559. Sementara total kasus di negara-negara lain ada di angka 227.208.663. Artinya Indonesia hanya berkontribusi sebesar 1,82 persen untuk jumlah kasus konfirmasi dunia.
Pandemi Diprediksi Berakhir 2022, Bagaimana Data Corona dan Vaksinasi Global?

Sementara itu, total kasus kematian di Indonesia ada di angka 141.114. Sedangkan total kasus kematian corona dunia ada di angka 4.601.827. Artinya, Indonesia berkontribusi sebesar 2,98 persen ke dalam jumlah kematian akibat corona global.

Apabila dibandingkan dengan data Amerika Serikat, negara itu menyumbang kasus konfirmasi sebesar 15,81 persen dan kasus kematian sebesar 12,95 persen.

 

editor : will
sumber : kumparan