Ada sejumlah kebiasaan pria 'insecure' yang dibenci wanita. Apa saja. (Brodie Vissers via StockSnap)

Harus diakui perlu keberanian besar untuk bisa mengajak ngobrol orang yang disukai. Namun melihat lawan bicara saja rasanya sudah gemetar.

Pria mungkin menemukan deret wanita yang menampilkan gestur-gestur yang menunjukkan rasa insecure dan kurang percaya diri. Sebaliknya, wanita pun mengamati ini dari pria-pria yang mendekatinya.

Insecure atau rasa tidak aman, kurang percaya diri terbilang wajar. Namun perlu hati-hati sebab rasa insecure membuat Anda melakukan hal-hal yang mampu menurunkan ‘nilai’ Anda di mata wanita.

Berikut tujuh kebiasaan pria insecure yang dibenci wanita.

1. Menaikkan rasa percaya diri dengan alkohol

Kondisi ‘tipsy’ atau sedikit mabuk entah kenapa membuat orang berani mengungkapkan hal-hal yang sebelumnya takut diungkapkan.

Ada sebagian orang yang malah curhat kala mabuk. Pun sebagian pria memanfaatkan alkohol untuk membuat mereka melupakan rasa malu, menghilangkan cemas dan takut untuk menyapa wanita idaman.

Namun ide ini jelas tidak menarik untuk dieksekusi. Anda akan dianggap tidak memiliki niat murni atau cuma mau main-main.

2. Tidak ada kontak mata

Sebagaimana dilansir Times of India, satu hal yang pertama diperhatikan wanita adalah mata. Ke mana mata Anda akan tertuju? Kalau mata terlalu banyak tertuju pada arah lain apalagi ke arah lantai, wanita bisa tahu Anda tidak percaya diri atau malu.

Sebaiknya mulai biasakan untuk melihat ke arahnya saat dia bercerita. Jika bukan mata, Anda bisa melihat di antara kedua matanya. Ini membuat wanita merasa dihargai dan diperhatikan.

3. Rentetan pujian

Orang memerlukan validasi akan suatu hal. Pujian memang salah satu cara memvalidasi sesuatu misal memuji kecantikan teman kencan, mengagumi betapa mahal sepatu yang dia kenakan atau pujian lain.

Namun beberapa pria insecure memberikan pujian yang cenderung mirip ‘bom cinta’ beruntun.

Memuji sebenarnya tidak jadi soal. Tunjukkan bahwa Anda tulus memuji tidak lewat kata-kata. Ambil gestur atau tindakan yang tepat misalnya, Anda tahu bahwa dia suka mengeksplorasi musik sehingga Anda tidak keberatan dia merekomendasikan lagu-lagu baru dan mungkin menarik buat Anda.

4. Membandingkan diri dengan mantannya

Kebiasaan buruk baiknya tidak diteruskan adalah membandingkan diri dengan mantannya. Menurut Level, bukan saatnya Anda khawatir soal ‘pemain’ lain yang sempat mampir di hatinya. Sebalknya, pikirkan diri Anda dulu.

Membandingkan diri dengan pria lain hanya membuat Anda makin tidak percaya diri. Sangat konyol membandingkan diri dengan orang-orang yang sudah jelas tidak ada di hidupnya. Kini giliran Anda buat tampil.

5. ‘Merendah’ untuk ‘meroket’

Anda memang tidak percaya diri, setidaknya untuk saat ini. Namun saat kencan atau bercakap via aplikasi, sebaiknya perhatikan cara Anda menceritakan diri Anda.

Karena tidak ingin terlihat sombong, Anda terus-terusan merendah dengan harapan mendapatkan validasi atau pujian darinya.

Pada kenyataannya, mungkin ini memang cerminan apa yang Anda pikirkan. ‘Suka nongkrong di kedai X ya? Aku sih level warkop aja’, ‘Paling enggak bisa nih merangkai kata, beda sama kamu yang penulis’, juga obrolan lain dengan nuansa serupa.

6. ‘Iya’ untuk semua hal

Menjadi ‘yes man’ tidak akan membawa Anda ke mana-mana. Dia memang akan senang saat pendapatnya memperoleh dukungan, pemikiran kurang lebih serupa sehingga obrolan menyenangkan.

Anda kurang berani mengungkapkan pendapat dan ini lama-kelamaan tidak atraktif di mata wanita.

Justru pendapat yang berbeda akan menciptakan dialog dua arah, memberikan dia pengetahuan (insight) baru.

7. Kebiasaan buruk di meja makan

Saat tidak percaya diri, pria akan melakukan sesuatu untuk mengalihkan rasa cemasnya. Bisa dengan bermain ponsel atau makanan di hadapannya. Bahkan bukan tidak mungkin kebiasaan-kebiasaan buruk saat makan terbawa saat bersamanya.

Menurut Real Men Real Style, kebiasaan buruk ini misalnya makan terlalu cepat, mengunyah dengan mulut terbuka, memasukkan terlalu banyak makanan hingga bicara sementara makanan belum tertelan.

Editor: NUL

Sumber: cnnindonesia