Kasus harian Covid Singapura pecah rekor. F.REUTERS/EDGAR SU

Singapura kembali pecahkan rekor kasus harian Covid-19. Kasus terinfeksi di negara itu mencapai 1.457 pada Rabu (22/9/2021).

Angka ini lebih tinggi dibandingkan rekor sebelumnya yang mencapai 1.426 kasus positif pada 20 April 2020.

Melansir Worldometers, total kasus harian positif di negara itu mencapai 9.198 pada Rabu (22/9). Angka kematian Singapura juga mencapai 68 kasus.

Singapura sebelumnya sudah mencapai 81 persen vaksinasi warganya hingga Kamis (23/9). Negara ini juga telah memberikan dosis vaksin sebanyak 8.990.844.

Menurut Epidemiolog dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina Pane, jumlah pasien dengan gejala berat akan sejalan dengan jumlah kasus positif Covid-19 di sebuah negara.

“Memang ketika kasus terjadi cukup tinggi, proporsi orang sakit berat jumlahnya meningkat. Misalnya ada 1.000 kasus, biasanya yang butuh perawatan itu 15 persen, artinya 150, lalu yang memburuk butuh ICU 4 sampai 5 persen,” kata Masdalina kepada CNNIndonesia.com, Kamis (23/9).

“Kalau kasus jadi 10 ribu, ya semuanya naik 10 kali lipat.”

Lebih lanjut, Masdalina menjelaskan situasi Covid-19 di Singapura dan sejumlah negara di kawasan Asean saat ini memburuk akibat varian Delta.

“Singapura, Malaysia, hampir sama seperti kita beberapa bulan lalu, serangan Delta yang mendominasi. Sebenarnya, bukan hanya di Asean saja, di seluruh dunia serangan Delta beri dampak besar terhadap peningkatan kasus,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, meminta pasien Covid-19 yang masih muda dan telah mendapatkan vaksin penuh untuk dirawat di rumah. Seruan ini diucapkan mengingat kapasitas unit gawat darurat di negara itu hampir penuh.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) menyatakan, beberapa rumah sakit umum di negara itu mengalami lonjakan pasien. Lonjakan ini dipicu peningkatan jumlah pasien yang dilarikan ke UGD karena mengalami gejala infeksi pernapasan ringan.

Untuk menghindari UGD penuh, MOH menganjurkan masyarakat dengan gejala ringan untuk berobat di fasilitas perawatan masyarakat lainnya alih-alih di rumah sakit.

Sejak akhir Agustus lalu, Singapura mengalami lonjakan kasus positif.

Editor: NUL

Sumber: cnnindonesia