Tukul Arwana dilarikan ke RS Pusat Otak Nasional karena pendarahan otak. Berikut gejala pendarahan otak yang patut diwaspadai. (iStockphoto/Pornpak Khunatorn)

Komedian Tukul Arwana dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) karena pendarahan otak pada Kamis (23/9). Berikut gejala pendarahan otak yang patut diwaspadai.

Pendarahan otak dikenal juga dengan nama pendarahan intrakranial, intraserebral, atau brain hemorrhage.

Penyakit ini disebabkan oleh pecahnya arteri di otak dan menyebabkan pendarahan lokal di jaringan otak.

Dokter spesialis saraf dan kepala divisi saraf tepi RS Pusat Otak Nasional, Aldy Novriansyah, mengungkapkan salah satu gejalanya adalah merasa pusing.

Namun, dia juga mengatakan bahwa gejala pendarahan otak sebenarnya mirip dengan gejala stroke secara umum.

“Gejalanya hampir mirip dengan gejala stroke pada umumnya yaitu bisa terdapat kelemahan sisi tubuh, atau ada kesulitan berbicara atau adanya mulut mencong,” kata Aldy saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (23/9).

“Namun pada stroke perdarahan biasanya didapatkan gejala penurunan kesadaran, muntah yang menyemprot, sakit kepala hebat maupun kejang. secara pemeriksaan juga biasanya didapatkan peningkatan tekanan darah yang hebat atau disebut hypertension emergency.”

Kala pendarahan otak seperti yang dialami Tukul Arwana terjadi, terdapat gejala lain yang bisa timbul. Berikut gejala pendarahan otak lainnya yang patut diwaspadai, sebagaimana dilansir WebMD.

– Kejang tanpa riwayat kejang sebelumnya
– Kesemutan atau mati rasa pada lengan, kaki, atau wajah, terutama di satu sisi tubuh
– Mual atau muntah
– Kewaspadaan berkurang; kebingungan
– Perubahan penglihatan
– Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan
– Kesulitan menelan
– Kesulitan menulis atau membaca
– Kehilangan keterampilan motorik halus, seperti tremor tangan
– Kehilangan koordinasi
– Kehilangan keseimbangan
– Indera perasa yang tidak normal
– Hilang kesadaran
– Kesulitan bernapas dan detak jantung tidak normal

Pendarahan otak sebenarnya termasuk jenis stroke. Faktanya jenis pendarahan ini menyumbang 13 persen masalah stroke.

Ketika otak mengalami pendarahan maka otak tak bisa menyimpan oksigen. Hal ini menyebabkan kandungan oksigen tubuh tergantung pada sisa oksigen yang ada di pembuluh darah.

Saat pendarahan terjadi, oksigen tak akan bisa mencapai jaringan tissue dan menyebabkan jaringan otak dan sel-sel lainnya mati.

“Pendarahan di otak penyebabnya ada dua, yang satu karena trauma dan satu lagi di sebut perdarahan otak spontan atau disebut juga sebagai stroke perdarahan penyebab utama biasanya hipertensi,” kata Aldy.

Aldy kemudian menyebutkan bahwa pasien yang mengalami pendarahan otak sebaiknya cepat dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan berbagai tindakan perawatan.

“Tatalaksana utama untuk stroke perdarahan adalah untuk menormalisasi tekanan darah secepat mungkin di samping dari terapi suportif lainnya, jika memang terindikasi maka tindakan operatif dapat dilakukan untuk mengeluarkan darah yang berlebihan untuk mengurangi tekanan di otak.”

Editor: NUL

Sumber: cnnindonesia