Walikota Batam Muhammad Rudi

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengakui salah satu faktor yang menyebabkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih berada di Level 3, adalah rendahnya tingkat tracing kontak erat pasien terpapar Covid-19.

Selain itu, adanya pelaksanaan antigen masal yang sebelumnya pernah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam, juga kurang antusias diikuti oleh masyarakat Batam, Kepulauan Riau.

Namun demikian, Rudi mengaku belum memiliki solusi terbaru guna meningkatkan minat masyarakat, guna mengikuti antigen masal lanjutan.

“Saat ini kita hanya bisa kembali menghimbau agar masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan,” paparnya, Kamis (23/9/2021).

Kembali disinggung mengenai capaian tracing, Rudi mengungkapkan sudah dijalankan sesuai dengan aturan dari Kementerian Kesehatan.

Dimana untuk satu pasien terpapar, tim kesehatan akan melakukan tracing kepada 15 orang yang kontak erat, guna menemukan sebaran virus tersebut.

Upaya tracing ini juga dalam mencegah penyebaran dini, agar kasus bisa dibendung dan hanya berhenti pada mereka yang kontak erat, dan tidak meluas ke yang lain.

Ia menyebutkan saat ini total pasien yang dirawat adalah 38 orang, artinya jumlah tracing dikalikan 15 orang.

“Total ada 570 orang yang kita tracing. Ini untuk kasus yang di Batam saja, jika ditambahkan dengan PMI tentu totalnya akan bertambah, begitu juga dengan tracingnya,” lanjutnya.

Untuk itu, pihaknya akan mengusulkan kalau bisa PMI tidak masuk dalam hitungan penambahan kasus di Batam, meskipun isolasinya di Batam.

“Tapi keputusan ada pada menteri kesehatan,” sebutnya.

Rudi menambahkan, upaya tracing ini akan ditingkatkan agar pengendalian virus ini lebih baik.

Sebelumnya, Batam sudah berhasil menekan hingga zero kasus, tentu capaian ini tidak bisa didapatkan tanpa usaha tracing yang dilakukan tenaga kesehatan.

“Kalau tracing tidak jalan, saya rasa kasus tak akan turun-turun. Karena semakin cepat ditemukan sebaran kasus, maka tindakan juga cepat, sehingga laju kasus ini bisa dihentikan,” imbuhnya.

Saat ini pengawasan akan ditingkatkan kembali, meskipun kasus melandai, Rudi mengaku tidak mau ada gelombang lanjutan terkait kasus Covid-19 di Batam.

Pembukaan pintu masuk bagi WNA menjadi momen peningkatan pengawasan, terutama di pintu masuk seperti pelabuhan dan bandara.

Lanjut Politisi Nasdem ini, berbagai kebijakan pelonggaran sudah dikeluarkan, termasuk pembukaan kembali sektor hiburan seperti bioskop, meskipun dengan kapasitas yang masih terbatas.

“Bertahap menuju pemulihan ekonomi. Ini sangat berharap kepatuhan warga terhadap Protkes dan penerapan 5M tidak berubah, sehingga kondisi semakin membaik ke depannya,” ujar Ketua Tim Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Batam ini.

Editor: WIL