Anggota DPRD Provinsi Kepri Dapil 1 Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah. F.Ist

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) gelar rapat paripurna penyampaian laporan pelaksanaan reses masa sidang kedua tahun sidang 2021 di Dompak, Senin (20/9/2021).

Reses ini sudah dilakukan sejak 24 Agustus sampai dengan 6 September 2021 lalu. Waktu pelaksanaan reses tersebut dipergunakan anggota DPRD Provinsi Kepri Dapil 1 Kota Tanjungpinang untuk mengunjungi konstituen dan menyerap aspirasi melalui pertemuan berbagai elemen masyarakat.

Anggota DPRD Provinsi Kepri, H. Lis Darmansyah mengatakan, tahun 2021 merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMD tahun 2016 – 2021, dimana selanjutnya akan memasuki RPJMD tahun 2021 – 2026.

“Pada tahun 2021, Badan Pusat Statistik telah merilis bahwa terjadi angka kemiskinan dan pengangguran yang cukup signifikan yang berakibat dampak Covid-19,” ucap pria yang akrab disapa Lis ini.

Kendati demikian, kata Lis, trend pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan dibandingkan pada kuartal pertama tahun 2021 maupun tahun 2020. Namun peningkatan tersebut belum berdampak positif pada struktur ekonomi masyarakat secara umum.

Masih Lis, pentingnya pembangunan dalam upaya recovery ekonomi dapat dilaksanakan secara optimal, sistematis, terukur dan tepat sasaran.

“Upaya tersebut tentunya tidak cukup hanya dapat melalui program yang bersifat instan dan sesaat akan tetapi perlu adanya pemetaan dan identifikasi terhadap kompleksitas permasalahan yang muncul serta solusi tepat untuk menghadapinya. Salah satunya adalah stimulus dalam merangsang perputaran ekonomi masyarakat agar stabil yang dalam beberapa waktu lalu diberlakukan PPKM,” tambah Lis.

Sementara Hanafi Ekra, anggota DPRD Provinsi Kepri Dapil II Bintan – Lingga menuturkan, dalam laporan resesnya menyoroti pentingnya lembaga pendidikan di pulau-pulau.

“Beberapa tahun lalu SMU yang dibangun oleh provinsi ini antara hidup dan mati, seperti tidak ada fasilitas seperti majelis guru hanya terbuat dari tenda,” katanya.

Hal ini, menurut Hanafi, membutuhkan perhatian yang besar dan mudah-mudahan Dinas Pendidikan bisa memetakan USB baru yang kita bangun untuk memenuhi fasilitas yang ada.

Hanafi juga menambahkan sarana transportasi laut yang menjadi permintaan dari masyarakat serta keluhan yang disampaikan oleh para guru honorer selama ini.

Editor: DWIK