Bernan Nobu (40) tega menghabisi nyawa Siti Zulaiha karena sakit hati karena tidak menjawab teleponnya. Janda anak dua asal Soe NTT ini tewas setelah disabet sebilah parang.

Kejadiannya Rabu (4/7/2021) sekitar pukul 21.00 Wib. Selain kena sabet parang, korban yang sehari-hanirinya bekerja sebagai buruh kebun PT Tirta Madu Kijang ini juga kehilangan daun telinganya.

Pelakunya adalah pacarnya sendiri yang sudah tinggal serumah selama sebulan di kos-kosan korban di Malang Rapat RT3 / RW1 Bintan. Pengakuan tersangka, pembunuhan ini tega ia lakukan karena sakit hati.

“Dan saat dia (korban) pulang saya langsung sabet pakai parang sebanyak lima kali hingga meninggal dunia,” kata pelaku dengan rasa menyesal.

Kapolres Bintan AKBP Bambang S mengatakan, peristiwa pembunuhan ini terjadi Rabu 4 Agustus 2021. Tak lama setelah laporan itu, pelaku langsung diamankan polisi esok malamnya.

“Pelakunya Bernan Nobu, menebaskan kepala dan leher korban. Modusnya tersangka marah dan sakit hati karena saat pelaku menelepon korban tidak diangkat, bisa dikatakan cemburu tinggi,” terang Kapolres didampingi Kapolsek Gunung Kijang Melky L Sihombing, Kasat Reskrim AKP Dwihatmoko dan Kabag Ops Iptu Missyamsu Alson, Kamis (5/8/2021).

Pelaku dijerat Pasal 338 tentang pembunuhan, ancaman penjara minimal 15 tahun.

“Di masa pandemi ini warga selain patuhi prokes dan beban hidup semakin tinggi kita harus bisa mengendalikan emosi. Karena yang susah bukan saja dirinya namun keluarga juga,” imbau Kapolres.

Editor: Dwik