Ilustrasi.
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan fakta baru soal virus corona varian delta. Dari evaluasi PPKM, dia menyebutkan bahwa COVID-19 varian delta menyebar lebih cepat di wilayah industri dibandingkan nonindustri.
Luhut yang juga Koordinator PPKM Jawa Bali, memandang perlu terus-menerus melakukan pengetatan protokol kesehatan (prokes) di wilayah industri. Hal ini dia ungkapkan dalam Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM di Wilayah Industri.
“Hasil pemantauan sampai saat ini menunjukkan tingginya intensitas cahaya pada malam hari, yang mengindikasikan adanya kegiatan. Ini paling banyak ditemukan di daerah industri. Oleh sebab itu, kami evaluasi lagi, perketat prokes agar tidak terjadi klaster baru,” katanya melalui keterangan tertulis, Senin (26/7).
Luhut Ungkap Fakta Baru Varian Delta: Menyebar Lebih Cepat di Wilayah Industri (1)

Buruh linting rokok beraktivitas di salah satu pabrik rokok di Blitar, Jawa Timur, Kamis (25/3/2021). Foto: Irfan Anshori/Antara Foto
Pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap implementasi PPKM, termasuk di wilayah industri. Evaluasi PPKM di wilayah industri bertujuan untuk mencegah munculnya klaster COVID-19 dari kawasan industri. Seperti di Kabupaten Bekasi, Karawang, Tangerang Selatan, Tangerang, Bogor, Kudus, Sidoarjo, Mojokerto, dan Gresik.
Dari sampel di Kabupaten Karawang yang terungkap dalam rapat tersebut, diketahui bahwa COVID-19 varian delta tersebar secara lebih cepat di wilayah industri dibandingkan nonindustri. Akan tetapi belajar dari pengalaman di Kabupaten Kudus, dampak peningkatan aktivitas industri terhadap peningkatan kasus COVID-19 dapat dimitigasi dengan penerapan prokes secara ketat.
“Saya minta agar protokol kesehatan untuk industri perlu dibuat secara lebih terperinci lagi dengan menggunakan best practice dari Kudus,” ujar Luhut.
Menurut Koordinator PPKM Jawa dan Bali itu, implementasi protokol kesehatan yang ketat itu akan menjadi standar bagi seluruh industri agar tetap dapat beroperasi. “Selain itu, saya minta agar semua harus vaksin. Vaksin itu penting,” pungkas Luhut.
Editor: Nul
Sumber: kumparan