Raksasa otomotif Toyota menghentikan sementara produksi mobil di tiga pabrik di Thailand akibat kekurangan pasokan suku cadang. Penghentian aktivitas produksi mobil telah berlangsung sejak awal pekan ini.

Toyota menangguhkan produksi kendaraan di Pabrik Ban Pho hari Selasa, dan di Pabrik Samrong serta Gateway pada Rabu, kata perusahaan dalam sebuah pernyataan dilaporkan Reuters.

Perusahaan otomotif ternama asal Toyota itu diketahui memiliki kapasitas produksi di Thailand sebesar 550 ribu unit kendaraan per tahun.

“Operasi produksi untuk minggu depan akan ditentukan pada tahap selanjutnya,” kata pernyataan itu, yang menambahkan bahwa penangguhan saat ini berlaku hingga Jumat,” tulis keterangan itu dikutip Jumat (23/7).

Dalam pernyataan terpisah, Toyota menyebutkan pabrik saat ini kekurangan pasokan suku cadang imbas pandemi Covid-19 yang cukup menghantam negeri gajah putih Thailand. Penyebaran virus SARS-CoV-2 telah menimbulkan kekhawatiran bagi sejumlah industri di Thailand.

Pemerintah setempat dikabarkan terus mendorong program vaksinasi covid-19 bagi warganya.

Thailand merupakan pusat perakitan dan ekspor mobil terbesar keempat di Asia untuk beberapa pembuat mobil terbesar di dunia seperti Honda dan Great Wall Motor China.

Industri ini menyumbang sekitar 10 persen dari PDB dan pekerjaan manufaktur Thailand. Ekspor mobil juga menjadi titik terang bagi Thailand ketika mencoba untuk memulai kembali sektor pariwisata yang dilanda pandemi.

Selain Thailand, pabrik Toyota di Prefektur Aichi Jepang juga akan menangguhkan produksi pada 29-30 Juli dan 2-4 Agustus karena sebab serupa, yakni kekurangan suku cadang.

Editor: Nul

Sumber: cnnindonesia