Antibodi (biru muda) mengerumuni partikel SARS-CoV-2. Foto: dok Design Cells/SPL

Virus Covid-19 varian baru Alpha dan Delta ditemukan di Batam pada Mei dan Juni lalu.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan kedua pasien yang terpapar 2 virus baru di Batam ini sembuh.

“Saya sudah konfirmasi BTKL, Pak Budi tadi,” ujar Amsakar Achmad, Jumat (23/7/2021).

Diakuinya, kedua virus baru ini memang benar-benar harus diwaspadai. Lantaran kedua virus ini lebih mematikan dan cepat juga penyebarannya.

“Kasus yang dihadapi oleh adik kelas saya di Bangka, 2 hari yang lalu, hanya hitungan jam saja terpapar langsung meninggal. Pagi jam 10 dinyatakan positif Covid-19, Jam 4.30 sore meninggal. Kebetulan sekampung saya juga. Dia terpapar virus varian delta,” ujar Amsakar.

Ia mengimbau masyarakat Kota Batam harus meningkatkan kewaspadaan. Jika ada hal yang aneh didalam tubuh, segera dilawan dengan olahraga.

“Terapkan protkes yang ketat. Yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak atau menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas atau bepergian kecuali untuk keperluan sangat mendesak atau urgen,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam menyatakan belum ada temuan varian baru tambahan di Kota Batam.

Kepala BTKLPP Batam, Budi Santosa, mengatakan, sampai saat ini, baru ditemukan tiga varian Corona jenis baru, di antaranya varian Alpha dan Delta.

“Belum tambahan baru, sampai sekarang di Tanjungpinang hanya ada 1 varian Alpha, dan Batam ada 1 varian Alpha dan 1 varian Delta,” ungkap Budi ketika dihubungi.

Temuan ini diambil dari hasil tes Whole Genome Sequencing (WGS) yang sampelnya telah dikirim dari BTKLPP Batam ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes).

Adapun sampel yang telah memperoleh hasil sebanyak 474 sampel, tiga di antaranya merupakan sampel yang mengandung varian baru Covid-19 tersebut.

Jumlah sampel ini diambil dalam periode Mei dan Juni 2021.

“Kami terus mengirimkan sampel-sampel lainnya ke Balitbangkes,” tambah Budi.

Editor: WIL