Foto: Getty Images/Tzido

Eks Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama mengungkap angka positivity rate Corona Indonesia kini menjadi salah satu yang tertinggi di Asia. Selama satu minggu terakhir, terus berada di angka 30 persen, jauh di atas standar positivity rate WHO yaitu 5 persen.

Prof Tjandra menilai tingginya positivity rate ini perlu diperhatikan karena menandakan angka penularan COVID-19 di masyarakat sangat tinggi. Bahkan, jika dibandingkan dengan positivity rate di India, positivity rate di Indonesia 15 kali lipat lebih tinggi.

“Positivity rate kita 30 persen semenjak seminggu ini. Itu salah satu yang paling tinggi di Asia, kalau kita lihat Vietnam, Kamboja, 34 persen, yang tinggi cuma Malaysia sama Fillipina itu pun 10 persen,” terangnya dalam IG Live d’Talk bersama, Kamis (22/7/2021).

“Kita pernah bilang, India pernah kacau, pernah tinggi banget. Betul, India pernah begitu, tapi India kemarin saya cek cuma 2,3 persen, kita 30 persen, 15 kali lebih tinggi,” sambung Prof Tjandra.

Menurutnya, satu-satunya negara Asia yang juga mencatat positivity rate di angka 30 persen selain Indonesia ialah Myanmar yang tengah menghadapi masalah politik. Di sisi lain, ia meminta semua pihak juga memperhatikan angka kematian COVID-19 yang terus menembus seribu kasus beberapa hari terakhir.

“Kalau yang sakit kan masih bisa cerita sakit, mudah-mudahan sembuh, kalau sudah meninggal kan kita sudah tidak bisa apa-apa lagi. Artinya, walaupun satu orang meninggal kan tidak bisa digantikan dengan apapun juga,” pungkasnya.

Ia kembali mengingatkan, penilaian kasus COVID-19 di Indonesia tak hanya bisa dilihat dari laporan kasus baru, melainkan jumlah testing, positivity rate, dan angka kematian COVID-19.

Editor: Nul

Sumber: detiknews