Death Valley tembus suhu panas 45,4 derajat celcius. (Foto: AFP/PATRICK T. FALLON)

Death Valley, berlokasi di California Timur, Amerika Serikat (AS) tembus suhu 130 derajat Fahrenheit atau 54,4 derajat celcius. Sedikit lagi hampir memecahkan rekor suhu panas tahun lalu mencapai 54,4 derajat celcius.

Laporan dari program Copernicus Uni Eropa, yang mendeteksi pengukuran cuaca lokal menggunakan satelit menyatakan bulan lalu merupakan Juni terpanas keempat yang tercatat di seluruh dunia dan Juni terpanas kedua yang tercatat di Eropa.

Perubahan iklim menyebabkan banyak masalah lingkungan yang berujung pada meningkatnya suhu musim panas dari tahun ke tahun di wilayah Amerika. Kondisi ini tak luput dari tangan manusia.

Awal Juni sudah terlihat gelombang panas di Pasifik Barat Laut dan Kanada barat, yang menghasilkan udara stagnan di kota-kota berpenduduk padat, seperti Seattle dan Portland, sampai sebagian besar lembah gurun Death Valley, di utara Gurun Mojave, yang berbatasan dengan Gurun Great Basin.

Para ahli menjelaskan kemunculan fenomena iklim “berbahaya” yang dikenal sebagai blok omega. Blok omega merupakan kubah udara panas yang terperangkap oleh atmosfer.

Pada 28 Juni, Seattle mengalami hari terpanas yang pernah ada yakni 42 derajat Celsius atau 19 derajat di atas suhu tertinggi normal sepanjang tahun ini.

Kanada mencatat informasi suhu tinggi sepanjang masa secara nasional tiga hari berturut-turut, yang puncaknya pada 29 Juni dengan suhu 49 derajat celcius di British Columbia.

Para ilmuwan telah lama meramalkan bahwa pemanasan global akan menghasilkan suhu yang terus meningkat di seluruh dunia. Namun gelombang panas bulan Juni yang berlebihan cukup menimbulkan kekhawatiran baru.

Gelombang panas Juni di sejumlah kota di AS dan Kanada tercatat naik lebih dari 4 derajat celcius.

Dikutip Live Science, Peter Stott, ahli iklim di U.Oke mengatakan akan terjadi peningkatan suhu yang jauh lebih besar dari yang diperkirakan saat ini.

“Informasi tersebut memberi tahu kami bahwa perubahan cuaca lokal yang umum menyebabkan peningkatan suhu udara cepat tidak hanya suhu maksimum, tetapi juga suhu yang sangat tinggi,” kata Stott dilansir Topand Viral.

Editor : Aron
Sumber : cnnindonesia