Seorang wanita mengenakan masker pelindung berjalan di sepanjang jalur tepi laut selama lockdown di Sydney, Australia. Foto: REUTERS/Loren Elliott
Merebaknya varian Delta di Kota Sydney, Australia, berujung pada lonjakan kasus harian COVID-19 tertinggi di tahun ini. Peningkatan ini terjadi di tengah-tengah lockdown tiga pekan di kota berpenduduk 5 juta orang tersebut.
Pada Senin (12/7), negara bagian New South Wales (NSW) melaporkan 112 kasus baru COVID-19 yang seluruhnya transmisi lokal. Hampir seluruhnya teridentifikasi di Sydney. Selama lima hari berturut-turut, penambahan kasus di NSW terus mencetak rekor.
Jumlah tersebut terdengar tak seberapa, tetapi bagi Australia yang terbiasa mencatatkan satu atau dua digit kasus harian, ini adalah hal yang sangat mengkhawatirkan.
Meskipun kasus harian meningkat, NSW mengabarkan jumlah warga terinfeksi yang berkontak dengan masyarakat menurun dibandingkan hari sebelumnya, dari 45 orang menjadi 34.
Bagi Menteri Utama NSW, Gladys Berejiklian, progress angka tersebut menjadi salah satu penentu nasib lockdown Sydney ke depannya: apakah akan diperpanjang, atau akan berakhir sesuai rencana, yakni pada Jumat (16/7).
“Segalanya tergantung pada kita. Rekomendasi ahli kesehatan akan didasari oleh angka tersebut, sudah jelas sekali,” kata dia.
Kasus COVID-19 di Sydney Makin Melonjak di Tengah Lockdown Ketat (1)

searchPerbesar
Pejalan kaki mengenakan masker saat berjalan melalui bagian Kings Cross di pusat kota selama lockdown di Sydney, Australia, 28 Juni 2021. REUTERS/Loren Elliott Foto: Loren Elliott/REUTERS
Menurut Berejiklian, sebagian besar dari kasus yang tercatat pada Senin ini merupakan anggota keluarga atau teman dekat dari pasien-pasien yang sudah terkonfirmasi positif.
Seperti diketahui, lockdown di Sydney semakin diperketat mulai akhir pekan lalu. Penduduk tak bisa berolahraga hingga di atas jarak 10 km dari rumah mereka.
Perkumpulan di luar ruangan hanya dibatasi maksimal dua orang, dan hanya satu orang dari setiap rumah tangga yang diperbolehkan pergi keluar rumah untuk membeli keperluan sehari-hari.
Australia dikenal sebagai salah satu dari sedikit negara di dunia yang sukses mengendalikan pandemi COVID-19. Kebijakan lockdown yang ketat dan pelacakan kontak erat yang cepat membantu mereka menekan angka kasus.
Hingga kini, Australia hanya mencatat 31.200 kasus dan 911 kematian sejak awal pandemi.
Tetapi, menyebarnya varian Delta yang jauh lebih menular serta program vaksinasi yang cenderung lambat menyebabkan Australia kali ini kewalahan dalam mengendalikan laju penularan. Baru sekitar 11% dari 20,5 juta penduduk dewasa Australia yang sudah divaksinasi dosis penuh.
Editor : Aron
Sumber : kumparan