Ilustrasi mendiang Presiden Haiti, Jovenel Moise, yang tewas dibunuh. (AFP/Valerie Baeriswyl)

Sebanyak dua terduga pelaku pembunuhan Presiden Haiti, Jovenel Moise, berhasil ditangkap aparat keamanan setempat pada Rabu (7/7), kurang dari 24 jam setelah peristiwa itu terjadi.

“Terduga pembunuh (Moise) dicegat oleh Polisi Nasional di Pelerin tak lama sebelum jam 18.00 malam ini,” kicau Wakil Menteri Komunikasi Frantz Exantus.

Exantus menuturkan rincian lebih lanjut terkait kasus ini akan segera dirilis. Namun, secara terpisah, Duta besar Haiti untuk Amerika Serikat (AS), Bocchit Edmond, mengatakan pembunuh Moise adalah tentara bayaran “profesional” yang menyamar sebagai agen Badan Pemberantasan Narkoba (DEA) AS.

Menurut laporan Associated Press, pelaku pembunuhan Moise dilaporkan berjumlah empat orang. Dua pelaku sampai saat ini masih buron.

Dari penyelidikan, para pembunuh Moise diketahui berbicara bahasa Inggris dan Spanyol.

“Itu adalah serangan yang diatur dengan baik dan itu adalah para profesional. Kami memiliki video dan kami yakin itu adalah tentara bayaran,” kata Edmond kepada wartawan, dikutip AFP, Kamis (8/7).

Moise tewas dibunuh di rumah pribadinya di Ibu Kota Port-au-Prince pada Rabu pukul 01.00 waktu setempat. Ibu negara, Martine Moise, selamat dalam kejadian itu meski terluka akibat tembakan.

Pembunuhan Moise membuat situasi di negara wilayah Karibia yang tengah dilanda krisis itu semakin tidak menentu.

Perdana Menteri Haiti, Claude Joseph, mendeklarasikan status darurat nasional selama dua pekan ke depan yang memberikan kekuasaan tambahan kepada eksekutif. Joseph menegaskan saat ini ia yang bertanggung jawab atas pemerintahan Haiti.

Haiti merupakan salah satu negara di Karibia yang menerapkan sistem kesatuan republik semi-presidensial.

Haiti menerapkan sistem multipartai di mana presiden merupakan kepala negara yang dipilih langsung melalui pemilihan umum selama lima tahun sekali. Moise telah memerintah Haiti, negara termiskin di kawasan Karibia sejak 2018.

Sementara itu, perdana menteri menjabat sebagai kepala pemerintahan yang ditunjuk langsung oleh presiden dari partai mayoritas di parlemen.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengadakan pertemuan darurat terkait Haiti pada Kamis (7/7).

Editor : Aron
Sumber : cnnindonesia