Ilustrasi vaksin corona. Foto: Shutterstock

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi menerangkan bahwa saat ini pihaknya mengalami kendala mengenai stok vaksin yang ditujukan bagi masyarakat Batam penerima dosis pertama.

Hal ini dikarenakan sebanyak 2000 vial vaksin jenis AstraZeneca, dari total 2030 vial vaksin tidak dapat diambil dari penyimpanan Kimia Farma.

“Seharusnya kemarin udah bisa diambil, tapi terlalu sore dan masih ada stok yang tersisa walau tidak banyak. Akhirnya kami tunda dulu untuk diambil hari ini ke Kimia Farma. Tapi tiba-tiba kami dapat pemberitahuan kalau dua ribu vaksin itu tidak bisa diambil. Tadinya itu ditujukan bagi masyarakat yang baru saja akan di vaksin, atau dosis pertama,” paparnya, Rabu (16/6/2021) sore.

Didi menyebutkan bahwa hal ini, diketahui pada, Selasa (15/6/2021) malam sekitar pukul 20.00 WIB melalui pemberitahuan sistem Kementerian Kesehatan dan juga dari pihak Pemerintah Provinsi Kepri.

Walau demikian, Didi juga belum mendapat keterangan pasti mengenai penyebab terkendala nya pengambilan tambahan stok vaksin, yang akan ditujukan bagi masyarakat dalam vaksinasi masal yang masih berlangsung di GOR Tumenggung Abdul Jamal.

“Kita juga coba konfirmasi, namun kendala dan penyebabnya kita juga masih belum dapat keterangan yang jelas,” tegasnya.

Hal ini, diakui Didi sempat menimbulkan kepanikan bagi tenaga vaksinator dan tim medis yang bertugas di lokasi vaksinasi masal, serta petugas yang ada di Puskesmas.

Untuk diketahui, Didi mengatakan stok vaksin masih akan bisa untuk satu minggu ke depan, dimana stok vaksin yang tersedia kemudian harus dibagi bagi penerima dosis pertama, dan juga masyarakat penerima dosis kedua yang dijadwalkan akan mulai dilakukan mulai akhir pekan.

“Kenapa demikian, karena masyarakat terus datang untuk mendapat vaksin. Tapi stok vaksin kita semakin menipis. Ada tambahan yang sudah di acc, tapi tidak bisa diambil. Ini membuat kami harus putar otak untuk mencari solusi lagi,” sesalnya.

Mengenai kekurangan stok bagi masyarakat Batam, Didi juga mengharapkan ketibaan jatah 6.400 vial vaksin AstraZeneca dari Subdit Imunisasi Kemenkes RI.

Didi menerangkan, sesuai jadwal seharunya vaksin tersebut tiba malam ini dengan menggunakan dua penerbangan, dan diangkut menggunakan maskapai Garuda.

“Itu vaksin yang tidak habis dan yang diambil dari Aceh dan beberapa daerah lainnya. Tapi nanti kita update lagi informasi nya, apakah tiba hari ini atau tidak. Karena Batam sangat tinggi minatnya,” ujarnya.

Editor : WIL