Ilustrasi vaksin corona Pfizer-BioNTech. Foto: Kay Nietfeld/Pool via Reuters
Amerika Serikat (AS) berencana menyumbangkan 500 juta dosis vaksin COVID-19 Pfizer ke hampir 100 negara di dunia. Sumbangan ini akan disalurkan pemerintahan Biden itu secara bertahap selama dua tahun ke depan.
Mengutip Reuters, seorang sumber tepercaya mengatakan AS kemungkinan akan membagikan 200 juta dosis sumbangannya tahun ini. Sementara 300 juta dosis sisanya akan didistribusikan pada paruh awal 2022.
Kata sumber, donasi itu telah dinegosiasikan selama empat minggu terakhir oleh koordinator respons COVID-19 Gedung Putih, Jeff Zients, dan tim gugus tugas virus corona. Mereka akan menyumbangkannya ke 92 negara berpenghasilan rendah dan Uni Afrika.
Lebih rinci, 500 juta dosis Pfizer tersebut akan dihibahkan melalui COVAX. Selama ini COVAX telah mendistribusikan vaksin COVID-19 ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI).
Gedung Putih dan Pfizer masih menolak berkomentar soal donasi tersebut. Tetapi menurut sumber, Presiden AS Joe Biden akan mengumumkan donasi ini pada Kamis (10/6) dalam pertemuan negara-negara terkaya di dunia, KTT G7, di Inggris.
AS Akan Sumbangkan 500 Juta Dosis Vaksin Pfizer ke Hampir 100 Negara (1)
Warga menerima vaksin Pfizer / BioNTech COVID-19 di panti jompo Agaplesion Bethanien Sophienhaus di Berlin, Jerman, Minggu (27/12). Foto: Kay Nietfeld/Pool via Reuters
Di sisi lain, Biden pernah mengatakan kepada wartawan sebelum menaiki Air Force One ke Inggris, ia memiliki strategi vaksin global dan akan mengumumkannya. Tetapi saat itu ia tak memberikan rincian lebih lanjut.
AS telah membagikan setidaknya satu dosis suntikan untuk sekitar 64 persen dari populasi orang dewasa di negaranya, dan telah mulai memvaksinasi remaja. Sementara negara-negara lain seperti Brasil dan India sedang berjuang untuk mendapatkan vaksin.
Oleh sebab itu, Gedung Putih memang tengah berada di bawah tekanan untuk meningkatkan sumbangan vaksin COVID-19 ke negara lain.
“Tindakan ini [donasi] mencitrakan pesan yang sangat kuat tentang komitmen Amerika untuk membantu dunia memerangi pandemi ini,” kata Tom Hart, penjabat kepala eksekutif The ONE Campaign, sebuah organisasi nirlaba yang bekerja untuk mengakhiri kemiskinan ekstrem dan penyakit yang dapat dicegah sebelum 2030.
Sebelumnya, AS juga telah mengatakan akan membagikan 80 juta dosis vaksin di seluruh dunia pada akhir Juni 2021. Adapun Gedung Putih awal tahun ini menjanjikan 4 miliar Dolar AS atau setara Rp 57 miliar kepada COVAX dan juga mendesak negara-negara lain untuk meningkatkan donasi mereka. Tetapi, GAVI belum menanggapi isu tersebut.
Pfizer sendiri menargetkan sebanyak 3 miliar dosis vaksin COVID-19 bisa diproduksi pada 2021. Lalu 4 miliar dosis vaksin diharapkan bisa diproduksi tahun depan.
Menurut sumber lainnya, Amerika Serikat akan membeli donasi 500 juta dosis Pfizer dengan harga ‘nirlaba’. Sumber itu juga melaporkan bahwa CEO Pfizer Albert Bourla akan menemani Biden saat mengumumkan hal ini.
Sebelum ini AS telah membeli 300 juta dosis vaksin COVID-19 dari Pfizer. Dengan begitu, total vaksin Pfizer/BioNTech yang dibeli oleh Amerika Serikat yakni 800 juta dosis.
Editor : Aron
Sumber : kumparan