5 Kebiasaan yang Bikin Kantong Kering. (ilustrasi)

Menabung mungkin bukan hal mudah bagi sebagian orang. Alih-alih uang tersimpan untuk masa tua, rupiah justru mengalir entah kemana. Alhasil, dompet kerap ‘sekarat’ baik di tanggal tua maupun muda.

Setiap orang pasti pernah melakukan kebiasaan buruk, termasuk dalam mengelola keuangan. Namun ketika bicara masalah finansial, kebiasaan buruk bisa menimbulkan konsekuensi jangka panjang. Anda mungkin jadi tak bisa menikmati hidup, tak bisa menikmati masa tua, bahkan terlilit utang hingga senja.

Agar mimpi buruk di atas tak Anda jumpai, sebaiknya mulai bijak mengelola keuangan. Beberapa kebiasaan sepele mungkin berkontribusi pada pengeluaran Anda setiap bulannya.

Berikut beberapa kebiasaan yang bikin kantong kering dan sebaiknya Anda hindari.

1. Mencoba terlihat kaya

Fashion portrait of beautiful woman dancing in the city street in London. Autumn season.Ilustrasi. (iStockphoto/Izusek)

Orang-orang cenderung tidak ingin terlihat miskin. Kelompok jenis ini bakal melakukan berbagai cara untuk menaikkan gengsi di lingkungan pertemanannya.

Untuk menaikkan gengsi tersebut, maka diperlukan banyak rupiah yang dikeluarkan. Mulai dari pakaian bermerek, jam tangan mewah, tas tangan, ponsel keluaran terbaru, mobil baru, hingga agenda jalan-jalan keluar negeri.

Keinginan untuk terlihat kaya ini dapat berdampak buruk pada situasi keuangan. Anda mungkin bakal membeli sesuatu yang tidak terjangkau, dan mengajukan utang untuk itu.

Idealnya Anda menyadari ke mana uang pergi dan untuk apa. Dengan begitu, Anda bisa mengatur keuangan dengan lebih baik.

“Penting untuk memahami ke mana uang Anda pergi dan bagaimana Anda dapat mengelolanya dengan lebih baik,” kata Andrea Woroch, penasihat keuangan Kinoli, seperti dikutip¬†Fox Business.

Anda juga tak perlu mengejar gengsi. Hal tersebut akan percuma jika Anda tak punya uang di usia tua, bahkan terlilit utang. Memiliki masa depan terjamin akan membuat hidup lebih menyenangkan.

2. Merokok

Coba hitung berapa rupiah yang harus dikeluarkan setiap harinya untuk merokok. Satu bungkus rokok bisa dijual seharga Rp20 ribu-Rp35 ribu. Jika Anda membeli rokok seharga Rp20 ribu sehari, Anda menghabiskan uang Rp140 ribu seminggu, dan Rp560 ribu sebulan. Harga yang fantastis hanya untuk membakar tembakau.

Jika Anda benar-benar ingin menabung, coba hentikan kebiasaan merokok secara perlahan.

3. Impulsif

close up young asian woman receiving package box from postman in front of house after check order from internet , delivery transport and online shop conceptIlustrasi belanja. (iStockphoto/Chainarong Prasertthai)

Belanja impulsif terjadi ketika Anda membeli barang atau jasa secara spontan tanpa memikirkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan. Orang impulsif biasanya tidak memahami keuangannya sendiri, dan tidak tahu kemana uang tersebut pergi.

“Mereka membelanjakan tanpa memikirkan hasil atau kebutuhan mendesak di masa depan. Hal itu akan berdampak pada pendapatan mereka,” kata Woroch.

Menahan keinginan untuk membeli sesuatu memang sulit, tapi bukan berarti tidak bisa. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan seperti membawa uang tunai secukupnya, menghindari kartu kredit dan debit, membuat daftar belanja, dan menghentikan langganan atau jasa layanan yang jarang Anda pakai.

Anda membeli sebuah gawai baru karena yang lama rusak. Tapi Anda juga ingin menabung. Alhasil Anda membeli ponsel bekas, atau ponsel baru dengan harga murah.

Membeli barang murah bukan berarti salah. Tapi beberapa barang penunjang kehidupan Anda sebaiknya memiliki kualitas dan umur simpan yang lama, dan memang benar-benar membutuhkannya.

Jika Anda membutuhkan gawai baru untuk menunjang pekerjaan dan aktivitas Anda sehari-hari, maka coba pilih yang kualitasnya sesuai. Meski harganya sedikit lebih mahal.

Membeli yang murah hanya akan menambah masalah di kemudian hari, seperti kerusakan, biaya servis, upgrade, dan lain-lain. Hal yang sama juga berlaku pada mobil, motor, dan komputer.

5. Makan di kafe atau restoran

Ilustrasi memilih makanan di menuIlustrasi nongkrong di kafe. (FoodiesFeed/Jakub Kapusnak)

Kebiasaan makan di kafe atau restoran setiap akhir pekan mungkin sudah umum dilakukan masyarakat urban. Tapi kebiasaan ini tentunya menguras saku Anda, apalagi jika Anda melakukannya lebih sering.

Menurut Medium, mengurangi kebiasaan makan di luar rumah bisa membantu Anda menghemat uang. Sebagai gantinya, Anda bisa mengolah makanan sendiri di dapur.

Editor : Aron
Sumber : cnnindonesia