Ilustrasi. F.Ist

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepertinya mulai serius menangani kasus cukai rokok yang diduga ada unsur korupsi merugikan negara hingga puluhan triliun rupiah. Terbukti selama beberapa hari terakhir ini KPK kembali melakukan pemeriksaan beberapa orang saksi sebelumnya, hari Rabu tanggal 5 Mei 2021 memeriksa 4 orang saksi di Polresta Malang terkait kasus pengaturan barang kena Cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan tahun 2016-2018.

Keempat orang tersebut adalah Hermawan Lesmana selaku Direktur PT. Cakra Guna Cipta, Iwan Firdaus selaku Pimpinan Perusahaan, Delta Makmur dan Wakil Pimpinan Perusahaan, Cemara Mas, Joko Triyanto Kepala Bagian Marketing Perusahaan, Bintang Sayap Insan dan Nur Muhammad Zen Direktur Utama PT. Mustika Internasional.

Pada tanggal 7 Mei 2021 kembali KPK memeriksa 5 orang saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi (TPK) pengaturan barang kena Cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016-2018

Pemeriksaan ini merupakan lanjutan pemeriksaan terhadap para saksi yang empat orang dan dilanjutkan pemeriksaan saksi 5 orang yang berada di Kota Malang, Jawa Timur.

“Jadi sudah 9 orang saksi dilakukan Pemeriksaan dilakukan di Kantor Polresta Malang Kota di Jalan Jaksa Agung Suprapto No.19, Kota Malang, Jawa Timur,” ungkap Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Sabtu (8/5/2021)

Pemeriksaan terhadap kelima saksi tersebut merupakan dari pihak perusahaan rokok yang berada di Jawa Timur. Adapun Kelima saksi tersebut yakni Rudy Noerharyadi selaku Direktur Utama Pimpinan perusahaan, Tri Tunggal Ind, Sony Ismantho selaku Direktur Utama PT Gudang Baru Berkah, Weka Senjadi Oktabryyana selaku Supervisor Cukai Pimpinan perusahaan. Sinar Mahkota Mas,Rezano Raharjo selaku Direktur PT Pura Perkasa Jaya dan Sulemi selaku Kabag Administrasi PT Karya Timur Prima.

Ali Fikri selaku juru bicara KPK belum membeberkan secara detil keterkaitan para saksi tersebut terhadap kasus pengaturan cukai rokok yang terjadi di Kabupaten Bintan yang kini terus diusut lembaga anti rasuah.

 

Editor : Dwik