Warga di Tel Aviv, Israel melakukan kegiatan tanpa menggunakan masker. Foto: Amir Cohen/REUTERS
Masyarakat Israel  berangsur pulih dari keterpurukan dan kembali ke kehidupan normal. Mereka mulai turun ke jalan tanpa menggunakan masker seolah pandemi corona sudah berakhir. Ini dilakukan berkat pelonggaran protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah Israel usai 61 persen warganya berhasil divaksinasi.
Pemerintah Israel telah melonggarkan aturan penggunaan masker di luar ruangan sebagai respons atas kesuksesan program vaksinasi yang dijalankannya, di mana sekitar 5,34 juta orang di sana telah menerima suntikan vaksin pertama.
“Faktanya program vaksinasi Israel telah sukses dilakukan sehingga cukup untuk memberantas COVID-19 dari Israel, setidaknya untuk saat ini,” kata Eran Segal, peneliti dari Weizmann Institute. “Hidup sekarang kembali normal, kecuali (harus menggunakan) masker di tempat-tempat tertutup.”
Secara keseluruhan, 61,7 persen dari 9,3 juta jiwa warga Israel telah mendapatkan dosis pertama vaksin dan 57,4 persennya mendapatkan vaksin dosis kedua. Vaksinasi juga berhasil menurunkan angka infeksi COVID-19 di Israel. Mereka hanya mencatat 14 infeksi baru dan nol kematian sejak 17 April 2021. Israel juga telah membuka kembali sekolah dan universitas.
Israel Kini Lepas Masker, Bukti Vaksinasi Corona Sukses (1)
Warga di Tel Aviv, Israel melakukan kegiatan tanpa menggunakan masker. Foto: Amir Cohen/REUTERS
“Menjaga keamanan orang juga merupakan bentuk kebebasan,” kata Eliana Gamulka, seorang warga Israel. “Tapi senang tidak ada sesuatu di wajahmu lagi. Saya akan menikah dalam dua minggu dan sangat menyenangkan bisa merayakannya dengan semua orang. Tanpa topeng, fotonya akan bagus.”
Sejak awal pandemi, Israel telah mencatat lebih dari 836.000 kasus virus corona dan lebih dari 6.000 orang meninggal dunia. Seperti banyak negara lain, Israel mengalami gelombang kedua wabah SARS-CoV-2 pada Januari 2021.
Terlepas dari keberhasilan program vaksin yang diterapkan Israel, namun wilayah Tepi Barat dan Gaza yang kini diduduki Israel justru terlambat mendapatkan vaksin. Sejumlah negara telah mengkritik tindakan Israel yang tidak membagikan sebagian pasokan vaksin ke wilayah Tepi Barat dan Gaza.
“Kami sangat prihatin tentang penundaan dan lambatnya vaksinasi (di Tepi Barat dan Gaza),” kata Ely Sok, kepala misi Doctors Without Borders di wilayah Palestina dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip futurism. “Pekerja garis depan dan kelompok berisiko tinggi di Palestina sama sekali tidak memiliki perlindungan dari penyakit COVID-19.”
Editor : Aron
Sumber : kumparan