Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno menyempatkan diri mengunjungi Dekranasda di sela kunjungan kerjanya di Kota Batam. F.Ist

Galeri Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Batam akan segera diresmikan, Rabu (3/3). Sempena peresmian tersebut, iven Gebyar Melayu Pesisir juga akan digelar untuk memperkenalkan budaya Batam.

Peresmian Galeri Dekranasda dan iven ini merupakan hasil kolaborasi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam, Pemerintah Kota Batam, dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan dalam acara tersebut akan menampilkan Fashion Show Batik Batam, Showcase Fisik, hingga UMKM Talk. Rencana kegiatan akan dibuka langsung Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina.

“Ini kolaborasi kita bersama Dekranasda dan BI Kepri, sebagai langkah mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI), Gerakan Bangga Berwisata Indonesia (GBWI), dan Karya Kreatif Indonesia (KKI),” ujar Gustian, Selasa (2/3).

Kemudian, untuk Fashion Show Batik Batam akan menampilkan koleksi terbaru dari Althafunissa by Karina Pramythasari dan Batik 37 by Debby Soemarwanto. Kemudian Showcase Fisik Galeri Dekranasda Batam seperti kain tenun, kain batik, fashion, kriya, dan kuliner.

“Semua yang produk yang dipamerkan adalah produk premium dari Batam dan juga dari penjuru Kepri yang sudah lulus kurasi,” ujarnya.

Kemudian, acara lainnya, UMKM Talk. Dalam kegiatan ini para pelaku UMKM akan berbagi pengalaman dan ilmu.

“Galeri ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Kepri,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Tim Implementasi Keuangan dan Ekonomi Daerah, Kantor BI Perwakilan Kepri, Mualam Noor berharap, dengan adanya kegiatan itu, akan menumbuhkan semangat UMKM untuk meningkatkan kualitas produknya sehingga memiliki daya saing yg tinggi untuk menembus pasar nasional dan ekspor.

Kurasi produk menjadi kuncinya, dengan adanya kurasi produk akan dihasilkan produk2 lokal premium.

Untuk memperluas pasar produk, UMKM perlu di dorong masuk ke dalam pasar digital melalui e-commerce.

UMKM yg telah ikut program kurasi diharapkan dapat mengikuti program on bording sehingga UMKM dapat memasarkan produknya secara digital.

Berkenaan dengan pembayaran produk UMKM akan semakin mudah dengan adanya QRIS. Konsumen dapat bertransaksi dengan cepat dan dilakukan tanpa tatap muka (QRIS TTM), tanpa menggunakan uang cash. Dengan QRIS, maka dana akan langsung masuk ke rekening UMKM secara real time.

Kegiatan ini merupakan awal dari sinergi pengembangan UMKM antara BI dan Pemerintah Daerah dan Dekranasda untuk membantu pemulihan ekonomi. Ke depan Gebyar Melayu Pesisir ini akan menjadi iven rutin Provinsi Kepri dan menjadi ajang penghargaan bagi UMKM yang memiliki produk-produk yang berkualitas.

“Melakui kegiatan ini, BI bersama Disperindag Batam dan Dekranasda Kota Batam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program pemerintah yaitu gerakan nasional melalui kampanye bangga buatan Indonesia,” katanya.

Editor : Aron