Ilustrasi. Tips memilih lensa kontak berikut akan membantu Anda memilih jenis yang tepat sesuai kebutuhan. (Istockphoto/GMint)

Pemakai lensa kontak harus mempertimbangkan pilihannya. Ada beberapa tips memilih lensa kontak yang bisa Anda ikuti.

Ada berbagai jenis lensa kontak. Ada yang tahan lama, hanya bisa digunakan sekali pakai, hingga lensa yang penggunaannya dapat mengubah warna mata.

Seperti halnya membeli obat atau alat medis lainnya, pembelian lensa kontak harus dilakukan dengan hati-hati.

Tips memilih lensa kontak berikut akan membantu Anda memilih jenis yang tepat sesuai kebutuhan.

Pilihan Lensa Kontak

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih dari dua tipe dasar lensa kontak: lembut dan keras. “Kebanyakan orang memakai lensa kontak yang lunak [lembut],” ujar Juru Bicara American Academy of Ophthalmology, Thomas L Steinemann, melansir Everyday Health.

Sementara lensa kontak yang keras dan kaku, sebut Steinemann, hanya dipakai oleh 10 persen pemakai. Lensa keras biasanya merupakan pilihan yang lebih baik bagi orang yang mengidap astigmatisme atau kondisi medis di mana endapan protein terbentuk pada mata.

Setelah memilih antara yang keras dan lunak, Anda bisa memilih kategori lensa kontak yang dibutuhkan.

Ada banyak kategori lensa kontak yang tersedia. Baik dalam hal bagaimana lensa memperbaiki penglihatan hingga seberapa sering perlu diganti.

Lensa kontak pakai sehari-hari

Jenis lensa kontak ini biasanya merupakan pilihan yang paling mudah. Lensa kontak yang dipakai harian harus dilepas dan didisinfeksi setiap malam dan diganti sesuai jadwal yang ditentukan. Waktu penggantian dapat sangat bervariasi menurut jenis dan merek, dari setiap dua minggu hingga setiap tiga bulan.

Lensa kontak untuk pemakaian lama

Jenis lensa kontak ini dirancang untuk dipakai semalaman atau beberapa malam. Anda tetap harus melepasnya setidaknya seminggu sekali untuk disinfeksi.

Namun, banyak ahli mata tidak menganjurkan penggunaan jenis lensa kontak tersebut. Pasalnya, tidur dengan lensa kontak dapat mengurangi jumlah oksigen ke mata dan membuat mata lebih rentan terhadap infeksi, terutama infeksi kornea.

Lensa kontak sekali pakai

Lensa kontak satu ini hanya bisa digunakan sekali pakai. Anda tak perlu melakukan perawatan tertentu untuk lensa kontak.

Meski memberikan kenyamanan yang lebih, namun pemakaian lensa kontak sekali pakai bisa menguras dompet Anda. Pasalnya, Anda harus mengganti lensa kontak setiap hari.

Lensa kontak sekali pakai adalah pilihan yang cocok untuk pengidap alergi atau kondisi lain yang memperburuk pembentukan endapan protein di mata.

Petugas menunjukkan lensa kontak mata palsu saat penggerebekan di sebuah gudang di Jalan Antara, Pasar Baru, Jakarta, Rabu (10/6) malam. Dalam penggerebekan oleh Kementerian Kesehatan bersama Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dit Tipidter) Bareskrim Polri tersebut berhasil mengamankan sekitar 240.000 lensa kontak palsu yang siap dipasarkan di Ibu Kota dan sejumlah kota besar lainnya. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/Asf/nz/15.Ilustrasi. Memilih lensa kontak yang tepat sesuai kebutuhan akan menghindari Anda dari risiko masalah mata. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Lensa kontak Toric

Jenis lensa ini umumnya digunakan untuk pengidap astigmatisme, kondisi di mana penglihatan menjadi kabur karena bentuk kornea yang tidak beraturan di dalam mata akibat menumpuknya endapan protein. Lensa kontak ini biasanya lebih mahal daripada lensa kontak lainnya.

Lensa kontak berwarna

Lensa kontak berwarna dapat mengubah warna mata secara dramatis. Mata yang kecokelatan bisa terlihat biru atau hijau sesuai pilihan, atau menyempurnakan warna alami. Lensa ini bisa dipakai untuk tujuan kosmetik atau untuk memperbaiki penglihatan.

Lensa kontak multifokal

Penglihatan orang dengan presbiopia dapat diperbaiki dengan lensa multifokal. Presbiopia berupakan kondisi yang terjadi seiring pertambahan usia. Orang dengan presbiopia umumnya kesulitan memfokuskan objek dekat.

Tips Aman Memilih Lensa Kontak

Saat membeli lensa kontak, Anda bisa mengikuti beberapa tips berikut.

1. Jangan membeli lensa kontak dari set kotak yang rusak. Pastikan paket disegel dengan benar.
2. Berhati-hati saat membeli lensa kontak di internet. Beli pada situs tertentu yang menawarkan bantuan pemberian resep dari ahli.
3. Pastikan untuk menggunakan resep terbaru dari dokter mata. Resep umumnya hanya berlaku satu tahun sejak tanggal penulisannya.

Selain itu, Anda tetap perlu berkonsultasi dengan ahli meski lensa kontak hanya digunakan untuk keperluan kosmetik. Pemasangan yang salah berisiko menimbulkan infeksi mata dan masalah lainnya.

Hindari infeksi mata dan masalah lainnya dengan mengikuti sederet tips memilih lensa kontak di atas.

Editor : Aron
Sumber : cnnindonesia