Foto: Taksi Terbang dari Hyundai (Dok Hyundai)

Inggris bersiap punya bandara untuk taksi terbang. Infrastrukturnya akan dikerjakan startup Urban Air-Port bersama dengan Hyundai Motor.Keduanya akan mengembangkan infrastruktur saat mobil terbang beroperasi dan mengangkut orang maupun barang.

Pendiri dan Executive Chairman Urban Air-Port, Ricky Sandhu mengatakan jika infrastruktur taksi terbang jadi bagian yang hilang saat ini. Padahal sudah banyak perusahaan otomotif atau startup yang kembangkan taksi terbang.

“Anda tidak bisa turun atau naik kereta kecuali melalui stasiun kereta, jadi infrastruktur pendukung darat merupakan kunci,” kata dia, dikutip Reuters, Senin (1/2/2021).

Hyundai Motor employees view a miniature model of smart mobility solutions, including UAM, PBV and Hub, for a dynamic human-centered future city concept, displayed in the first-floor lobby of its headquarters. (Dok. Hyundai Motor)Foto: Hyundai Motor employees view a miniature model of smart mobility solutions, including UAM, PBV and Hub, for a dynamic human-centered future city concept, displayed in the first-floor lobby of its headquarters. (Dok. Hyundai Motor)

Pemerintah setempat memilih Urban Air-Port alasan untuk mendukung program pengembangan transportasi tanpa emisi serta kendaraan terbang terbaru. Program ini berbiaya 1,2 juta poundsterling atau Rp 23,1 miliar.

Biaya itu nantinya akan digunakan untuk membangun instalasi sementara bandara taksi terbang di pusat kota Coventry.

Sandhu menyatakan keyakinannya untuk dapat membangun bandara taksi terbang pertama di dunia. Apalagi dengan dukungan pemerintah serta Hyundai Motor Group.

“Dengan dukungan pemerintah Inggris dan Hyundai Motor Group kami akan mewujudkan bandara beroperasional pertama di dunia,” ungkap Sandhu.

Editor : Aron
Sumber : cnbcindonesia