Kepala Staf Presiden, Dr. Moeldoko saat pimpin rapat koordinasi Sistem Layanan Nasional untuk Kesehatan Jiwa Selama Masa Pandemi COVID -19. Foto: Dok. KSP
Isu ambil alih Partai Demokrat berhembus setelah diungkapkan langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Nama KSP Moeldoko menjadi salah satu orang yang disebut ingin mengambilalih kepemimpinan Partai Demokrat.
Merespons isu tersebut, Moeldoko meminta Demokrat jangan mudah baper dan harus menjadi pemimpin yang kuat.
“Saran saya, ya. Jadi seorang pemimpin harus jadi pemimpin yang kuat, jangan mudah baperan, jangan mudah terombang ambing dan seterusnya,” kata Moeldoko kepada wartawan, Senin (1/2.
“Kalau anak buahnya enggak boleh pergi ke mana-mana diborgol aja,” lanjutnya.
Moeldoko Jawab Tudingan Ambil Alih Demokrat: Jangan Mudah Baperan (1)
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berjalan usai memberikan keterangan pers di kantor DPP Partai Demokrat , Jakarta, Senin (1/2). Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto
Moeldoko mengungkapkan selama beberapa waktu belakangan, ia kedatangan banyak tamu, termasuk kader Demokrat. Ia mengaku tidak mengerti konteks apa yang dibicarakan para tamu tersebut, namun ia tetap menerima mereka dan mendengarkan curhat mereka.
“Konteksnya apa saya juga enggak ngerti, tapi dari obrolan itu biasa saya awali dari pertanian karena saya suka pertanian. Berikutnya curhat soal situasi yang dihadapi, ya, gue dengerin aja. Berikutnya, ya, ya sudah dengerin aja. Saya sih sebenarnya prihatin lihat situasi itu karena saya bagian yang mencintai Demokrat,” tuturnya.
Moeldoko menduga isu kudeta Demokrat ini muncul karena foto-foto usai pertemuan. Ia pun tidak mempermasalahkan soal itu.
“Mungkin dasarnya foto-foto. Ada dari Indonesia timur, mana-mana kan pengin foto sama gue, ya, saya terima saja apa susahnya. Itu menunjukkan jenderal enggak punya batas dengan siapa pun. Kalau itu menjadi persoalan yang digunjingkan, ya, silakan saja. Saya enggak keberatan,” pungkasnya.
Editor : Aron
Sumber : kumparan