Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai disuntik vaksin corona Sinovac dosis ke-2 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/1). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi menunjukkan kekecewaannya, ia menyebut Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tak efektif cegah lonjakan kasus corona di sebagian Jawa dan Bali. Yang terjadi justru kasus terus meningkat.
“Saya ingin menyampaikan yang berkaitan dengan PPKM tanggal 11 Januari sampai 25 Januari, kita harus ngomong apa adanya, ini tak efektif,” kata Jokowi dikutip dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Minggu (31/1).
Jokowi mengatakan, dalam implementasi di lapangan, mobilitas masyarakat masih tinggi meski ada penerapan PPKM. Padahal, esensi PPKM sendiri adalah membatasi mobilitas masyarakat.
“Mobilitas juga masih tinggi karena kita memiliki indeks mobilitinya ada. Sehingga di beberapa provinsi COVID-nya tetap naik. Namanya saja kan pembatasan kegiatan masyarakat. Tetapi yang saya lihat implementasinya kita tidak tegas dan tidak konsisten,” urainya.
Peringatan Jokowi soal PPKM Tak Efektif dan Klaster Keluarga yang Menggila (1)
Waspada Klaster keluarga Pasca Libur Panjang. Foto: Pemprov DKI Jakarta
Data Menunjukkan….
Berdasarkan riset FKM UI, pergerakan orang saat PPKM diberlakukan sedikit menurun dari sebelum diberlakukan.
Memang data yang diberikan dari 11 April 2020-15 Januari 2021. Artinya baru terdapat data 4 hari setelah PPKM diberlakukan.
Namun, yang menjadi persoalan saat ini pola penularan sudah berubah. Kasus demi kasus kini ditemukan justru di lingkungan terkecil yakni keluarga, berbeda dengan beberapa waktu lalu.
Saat kenaikan kasus pada Agustus 2020 lalu, klaster perkantoran mendominasi. Namun kemudian kasus sempat menurun, karena ada pembatasan aktivitas di kantor, terutama di Jakarta yang membatasi sampai 25 persen.
Peringatan Jokowi soal PPKM Tak Efektif dan Klaster Keluarga yang Menggila (2)
Pergerakan penduduk dan kasus Corona baru di Jawa-Bali periode 1 April 2020- 15 Januari 2021. Foto: Dok. FKM UI
Awal Desember 2020, pergerakan orang semakin bisa dibatasi. Namun yang terjadi adalah klaster keluarga yang makin melonjak.
Di Jakarta misalnya, klaster keluarga menjadi penyumbang kasus tertinggi. Di awal Desember, bahkan sebelum Natal dan Tahun Baru sudah ada 3.821 kasus.
“PPKM tak berdampak. Kebijakan yang tidak tegas dalam implementasi & tujuan objektifnya. Peningkatan kasus sudah tidak bisa ditekan dengan kebijakan setengah hati. Lingkaran penularan kian mengerucut ke lingkungan terkecil, keluarga, aktivitas jejaring aktivitas masyarakat,” kata ahli wabah FKM UI Pandu Riono, Senin (2/1).
Peringatan Jokowi soal PPKM Tak Efektif dan Klaster Keluarga yang Menggila (3)
Ilustrasi corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan
Para peneliti pun sudah memberi masukan ke pemerintah untuk segera mengubah kebijakan. Lebih efektif dan mencegah perkembangan klaster keluarga.
“Ya pola penularan sudah berubah, sudah diberitahu bahwa peningkatan klaster keluarga. Keluarga bisa berarti keluarga besar atau acara keluarga yang banyak dilakukan pada Natal dan tahun baru,” ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah harus semakin cerdas dalam mengambil kebijakan. PPKM diterapkan, tapi klaster keluarga meningkat, berarti ada yang salah dengan kebijakan itu.
“Harus lebih pintar. Kami didengar saja tidak,” tutup dia.
Editor : Aron
Sumber : kumparan