Mensos Risma saat menyaksikan pelatihan memasak oleh chef profesional dari Surabaya Hotel School (SHS). Foto-foto: Dok. Kemensos
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melakukan gebrakan baru dengan memberikan pelatihan keterampilan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang tinggal di Balai Karya Pangudi Luhur, Bekasi. Pelatihan inipun digelar selama enam hari, mulai 26 – 31 Januari 2021.
Para pemulung ini dilatih keterampilan memasak oleh juru masak profesional dari Surabaya Hotel School (SHS). Keterampilan yang diberikan ini diharapkan dapat membantu kehidupan mereka agar lebih baik dan berdaya saing melalui wirausaha.
Direktur Surabaya Hotel School (SHS), yang juga Owner SHS, Bagus Supomo, langsung menyatakan kesiapannya saat diminta Mensos Risma untuk membantu memberikan pelatihan keterampilan memasak bagi PPKS di Bekasi.
“Saya dihubungi kira-kira itu seminggu yang lalu, bunda Risma ingin kasih pelatihan buat bantu orang-orang (PPKS) itu. Dan saya jawab siap, pelatihannya apa saja, kami siapkan menunya, resepnya dan sebagainya, termasuk peralatan yang diperlukan,” kata Bagus, dalam keterangan tertulis yang diterima Basra, (31/1).
Tanpa berpikir panjang, Bagus langsung menyiapkan timnya beserta peralatan yang dibutuhkan untuk berangkat menuju Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi pada Minggu, (24/1) lalu. Bersama dengan 7 orang timnya di SHS, Bagus tiba di Bekasi pada keesokan harinya.
“Dari Surabaya itu saya bawa total delapan orang termasuk dengan saya. Dari delapan orang itu, chef-nya ada dua orang,” jelas Bagus.
Menariknya, pelatihan yang diberikan Bagus bersama timnya dari SHS ini murni dilakukan secara swadaya, tanpa imbalan atau kontrak kerja. Bagus mengaku, sebelum Risma menjabat Wali Kota Surabaya, pihaknya sudah seringkali membantu memberikan pelatihan yang sama.
Mensos Risma Ajak Chef Latih Pemulung Memasak Selama Seminggu (1)
Pelatihan memasak sebagai bekal untuk membuka usaha kuliner ini diikuti oleh 30 peserta dari PPKS maupun unsur balai.
“Kami ini sejak bunda Risma belum jadi Wali Kota Surabaya, kami sudah membantu segala macam. Termasuk di Pahlawan Ekonomi (komunitas UMKM) itu kami tidak pernah bicara soal uang,” papar Bagus lagi.
Bagi dia, apapun program pemerintah yang bertujuan untuk kebaikan masyarakat, pasti akan dia dukung. Termasuk pula pelatihan keterampilan memasak yang ditujukan kepada PPKS di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi yang digagas oleh Mensos Risma.
“Program-program apa yang baik untuk masyarakat ya kita bantu. Termasuk yang di Bekasi,” kata Bagus.
Dia pun menyesalkan ketika ada orang-orang yang berpikir negatif terhadap apa yang dia lakukan bersama timnya membantu Mensos Risma memberikan pelatihan bagi PPKS. Pasalnya, pelatihan secara swadaya yang diberikannya ini sebelumnya sudah kerap kali dilakukan.
“Iya sudah sering, di Flores – NTT (Nusa Tenggara Timur), terus saat ada tamu dari Lampung juga. Artinya bukan yang pertama, jadi sudah terbiasa. Kalau sekarang baru ada orang yang ribet (nyinyir, red) dikira kita ini cari-cari uang, ya diemin saja. Paling ya mereka kerjanya memang seperti itu (nyinyir),” tukasnya.
Bagus pun kembali menegaskan, bahwa apa yang dilakukan bersama timnya di SHS ini murni secara swadaya untuk mendukung program kerja Mensos Risma dalam upaya pemberdayaan PPKS.
“Kalau orang baik, niatannya baik, kerjanya baik, kenapa kita tidak dukung, kan begitu. Ya kita mendukung, memang itu kan manfaatnya buat banyak orang,” tegas dia.
Apalagi, selama di Surabaya, Bagus mengakui sudah terbiasa membantu memberikan pelatihan kepada masyarakat secara swadaya tanpa dibayar. Dia hanya berharap, keterampilan yang diberikannya itu dapat membantu kehidupan masyarakat agar lebih baik ke depannya.
“Kalau kita di Surabaya sudah terbiasa saling bantu dan sebagainya. Tujuannya hanya membantu program-programnya bunda Risma, yang jelas itu saja. Memang itu program yang baik kok, bermanfaat untuk bangsa kita,” tukasnya.
Dalam pelatihan tersebut peserta tidak hanya diberikan wawasan terkait menu masakan, tapi juga teknik memasak hingga cara penyajian. Adapun menu yang diajarkan merupakan berbagai macam masakan tradisional ala Surabaya.
Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi modal awal bagi PPKS yang ingin memulai usaha kuliner atau makanan dengan modal yang kecil.
“Kelak ilmu ini bisa dimanfaatkan untuk menambah dan meningkatkan penghasilan,” simpulnya.
Editor : Aron
Sumber : Kumparan