AstraZeneca disebut aman untuk orang tua (AP/John Cairns)

Regulator kesehatan Brazil Anvisa mengklaim vaksin Covid-19 AstraZeneca aman digunakan oleh orang tua.

Pernyataan ini keluar setelah Jerman merekomendasikan vaksin ini hanya digunakan oleh mereka yang berusia di bawah 65 tahun.

Namun, pada Kamis (29/1) Anvisa menyebut berdasarkan data yang dikembangkan oleh AstraZeneca Plc dan Universitas Oxford sejauh ini, vaksin itu aman untuk pasien lansia.

Lebih lanjut lewat sebuah pernyataan, Anvisa menyebut sulit untuk menentukan kemanjuran vaksin untuk orang tua di atas usia 65 tahun.

Sebab, relawan yang berpartisipasi dalam studi uji klinis tidak banyak melibatkan orang tua. Sehingga, data untuk pasien di atas 65 tahun kurang relevan secara statistik.

Sebelumnya, Komite Vaksin Jerman (STIKO) menyebutvaksin Covid-19garapan AstraZeneca hanya boleh diberikan pada usia 18-64 tahun. Penyataan itu datang sehari sebelum keputusan Eropa terkait vaksin tersebut.

“Saat ini tidak tersedia cukup data untuk menilai kemanjuran vaksin di atas usia 65 tahun,” kata Komite dalam pernyataannya yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan Jerman, Kamis (28/1).

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga sempat memberikan pernyataan serupa terkait keampuhan vaksin AstraZeneca untuk orang tua.

Johnson mengatakan kepada media bahwa BPOM Inggris menetapkan “bahwa mereka pikir vaksin AstraZeneca/Universitas Oxford sangat bagus dan efektif, memberikan tingkat perlindungan yang tinggi,” katanya, dikutip AFP, Kamis (28/1).

AstraZeneca sendiri pada Senin (25/1) membantah bahwa vaksin garapannya tidak efektif pada orang dengan usia di atas 65 tahun.

Bantahan itu datang setelah media Jerman melaporkan para pejabat khawatir vaksin itu tidak diizinkan penggunaannya untuk masyarakat lanjut usia di Uni Eropa.

Kementerian Kesehatan Jerman mengatakan dari 341 orang yang mendapatkan vaksin di kelompok lebih dari 65 tahun, hanya satu yang terinfeksi virus corona. Temuan itu mengindikasikan STIKO belum dapat memperoleh temuan sigifikan secara statistik.

Chief Executive AstraZeneca, Pasal Soriot mengatakan perusahaannya memiliki lebih sedikit data terkait uji coba pada lansia dibanding perusahaan lainnya karena baru akan memulai proses tersebut di kemudian hari.

Editor : Aron
Sumber : cnnindonesia