Bentrok protes terhadap pembatasan dan memburuknya kondisi ekonomi di tengah pandemi corona di Tripoli, Lebanon. Foto: Omar Ibrahim/REUTERS
Bentrok terjadi antara petugas keamanan dengan pengunjuk rasa di Tripoli, Lebanon. Demo di Lebanon dipicu penolakan warga atas lockdown yang dianggap mempersulit ekonomi.
Dikutip dari Reuters, polisi anti huru hara sempat menembakkan peluru saat pengunjuk rasa mencoba untuk menyerbu gedung pemerintah kota.
Petugas keamanan juga menembakkan gas air mata dan peluru karet ke para pengunjuk rasa yang melempar batu, bom molootov, dan membakar mobil ke arah mereka.
“Orang-orang Lelah. Ada kemiskinan, kesengsaraan, lockdown, dan tidak ada pekerjaan. Masalah kami adalah para politisi,” ucapa Samir Agha dalam protes di Tripoli sebelum terjadi bentrok pada Rabu (27/1) malam.
Demo Tolak Lockdown di Lebanon Rusuh, 226 Orang Terluka (1)
Bentrok protes terhadap pembatasan dan memburuknya kondisi ekonomi di tengah pandemi corona di Tripoli, Lebanon. Foto: Omar Ibrahim/REUTERS
Sebanyak 226 pengunjuk rasa dan polisi terluka atas kejadian dalam insiden tersebut. Palang merah setempat mengatakan para penyelamat telah merawat sedikitnya 67 orang cidera di tempat dan sebanyak 35 dibawa ke rumah sakit.
Pasukan Keamanan Dalam Negeri Lebanon menulis dalam akun Twitter resminya bahwa granat yang dilemparkan dalam kerusuhan tersebut telah melukai 9 petugas. Mereka berjanji untuk menanggapi para perusuh dengan penuh keseriusan dan ketegasan.
Kerusuhan yang dipicu protes terhadap lockdown telah berlangsung selama tiga hari.
Demo Tolak Lockdown di Lebanon Rusuh, 226 Orang Terluka (2)
Bentrok protes terhadap pembatasan dan memburuknya kondisi ekonomi di tengah pandemi corona di Tripoli, Lebanon. Foto: Omar Ibrahim/REUTERS
Pemerintah sebelumnya memberlakukan jam malam 24 jam pada awal Januari 2021. Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya menekan penyebaran virus corona.
Para pekerja mengatakan bahwa lockdown menyulitkan orang-orang yang mengandalkan upah harian, terutama bagi orang miskin.
Keruntuhan perekonomian Lebanon yang menghancurkan kurs mata uangnya, menimbulkan risiko terbesar bagi stabilitas keuangannya sejak perang saudara 1975-1990.
Demo Tolak Lockdown di Lebanon Rusuh, 226 Orang Terluka (3)
Bentrok protes terhadap pembatasan dan memburuknya kondisi ekonomi di tengah pandemi corona di Tripoli, Lebanon. Foto: Omar Ibrahim/REUTERS
Di ibu kota Lebanon, Beirut, juga terjadi kemarahan publik akibat penanganan COVID-19. Di Beirut, total kasus corona termasuk tinggi di Lebanon dan membuat banyak ICU rumah sakit penuh.
Kini total kasus corona di Lebanon adalah 286 ribu kasus. Sebanyak 2.477 orang di Lebanon meninggal akibat virus corona.
Editor : Aron
Sumber : kumparan