Foto: Ilustrasi Pesta (AP/ DARIO LOPEZ-MILLS)

Polisi di Inggris akan mengenakan denda yang lebih besar kepada mereka yang melanggar tindakan penguncian (lockdown). Ini dilakukan untuk memperlambat penyebaran virus corona (Covid-19).

Menteri Dalam Negeri, Priti Patel mengatakan siapapun yang melanggar prosedur lockdown dengan berpesta bisa kena denda hingga £ 6.400 (Rp 122 juta). Hukuman denda baru ini mulai berlaku minggu depan.

“Ilmunya jelas yakni perilaku tidak bertanggung jawab seperti itu menimbulkan ancaman signifikan bagi kesehatan masyarakat. Kami tidak akan berdiam diri sementara minoritas kecil menempatkan orang lain dalam risiko,” kata Patel pada konferensi pers di Downing Street dikutip dari AFP, Jumat (22/1/2021).

Denda saat ini mencapai £ 200 dan polisi hanya mampu menghukum penyelenggara acara yang terdiri dari 30 orang atau lebih dengan hukuman tertinggi sebesar £ 10.000. Dengan aturan baru, pesat yang dihadiri 15 orang pun akan kena sanksi.

Sementara itu, Kepolisian Metropolitan London mengatakan telah mengeluarkan lebih dari 140 denda dengan total £ 39.000 selama dua hari. Itu termasuk membubarkan pesta rumah beranggotakan 40 orang pada hari Jumat di timur ibu kota.

Inggris telah berminggu-minggu memasuki penutupan nasional ketiganya, dengan sekolah-sekolah dan toko-toko yang tidak penting untuk ditutup.

Perdana Menteri Boris Johnson readyviewed memberlakukan perintah tinggal di rumah baru setelah munculnya varian virus yang lebih menular dan pelonggaran pembatasan di beberapa bagian negara selama Natal.

Aturan serupa diberlakukan di Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara, di mana pemerintah yang dilimpahkan memiliki tanggung jawab atas kebijakan kesehatan.

Para pemimpin di Belfast pun mengumumkan pengunciannya akan diperpanjang selama empat minggu lagi hingga 5 Maret karena tingkat transmisi menurun perlahan di sana.

Jumlah kasus baru di Inggris telah turun hampir seperempat selama tujuh hari terakhir, setelah berminggu-minggu melonjaknya infeksi.

Jumlah kasus yang meningkat hingga Desember dan awal bulan ini telah menyebabkan lonjakan dramatis dalam rawat inap dan kematian, dengan jumlah korban tewas harian yang memecahkan rekor minggu ini.

Setelah mengumumkan 1.290 kematian lainnya pada Kamis (21/1/2021), jumlah kematian total Inggris mencapai 94.580, sementara kasus corona mencapai 3,5 juta.

Editor : Aron
Sumber : cnbcindonesia