Foto: Reuters

Militer Iran menggelar uji coba rudal jarak pendek milik Angkatan Laut negara itu di perairan Teluk Oman pekan ini. Uji coba digelar di tengah ketegangan tinggi antara Iran dengan musuh bebuyutannya, Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir Reuters dan Associated Press, Kamis (14/1/2021), laporan televisi nasional Iran menyebut uji coba rudal ini digelar dalam latihan militer selama dua hari di Teluk Oman yang dimulai Rabu (13/1) waktu setempat. Uji coba itu dilakukan tepatnya di perairan tenggara Teluk Oman.

Dua kapal perang baru buatan Iran dilaporkan ikut serta dalam uji coba rudal itu. Salah satunya merupakan kapal perang bernama Zereh yang memiliki kemampuan meluncurkan rudal.

Satu kapal perang lainnya bernama Makran, yang digambarkan oleh media nasional Iran sebagai kapal perang terbesar Iran yang dilengkapi dengan helipad. Makran merupakan kapal logistik untuk perang.

Iran diketahui memiliki salah satu program rudal terbesar di kawasan Timur Tengah. Negara ini menyatakan senjata semacam itu penting untuk pencegahan dan pembalasan terhadap AS dan musuh-musuh lainnya jika terjadi perang.

Negara-negara Barat memandang rudal-rudal Iran sebagai ancaman militer konvensional untuk stabilitas kawasan, juga sebagai potensi mekanisme pengiriman senjata nuklir jika Iran mampu mengembangkannya.

Ketegangan antara Iran dan AS meningkat sejak tahun 2018, saat Presiden Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran tahun 2015. Otoritas AS juga memberlakukan kembali sanksi-sanksi tegas untuk menekan Iran agar merundingkan pembatasan lebih ketat pada program nuklirnya, pengembangan rudal balistik dan dukungan untuk kekuatan proxy di kawasan Timur Tengah.

Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi konfrontasi berkala antara militer Iran dan pasukan militer AS di kawasan Teluk, yang kerap menjadi lokasi latihan militer tahunan Iran untuk memamerkan kemampuan militer mereka dalam menghadapi ‘ancaman asing’.

Pekan lalu, Korps Garda Revolusi Iran menyita sebuah kapal tanker berbendera Korea Selatan (Korsel) di perairan Teluk dan menahan para awak kapal tersebut. Hal itu terjadi di tengah ketegangan antara Iran dan Korsel terkait pembekukan dana Iran di bank-bank Korsel imbas sanksi AS.

Awal tahun 2019 lalu, Iran menambah ketegangan di jalur perairan tersibuk di dunia untuk muatan minyak dengan menyita kapal tanker berbendera Inggris, Stena Impero, selama dua pekan setelah kapal perang Inggris mencegat sebuah kapal tanker Iran di lepas pantai Gibraltar.

 

Editor : Parna

Sumber : detiknews